51 Warga Terjebak Longsor Banjarnegara Berhasil Dievakuasi
Sebanyak 51 warga berhasil dievakuasi setelah terjebak semalaman di tengah hutan, berlindung di sebuah kandang sapi dan kambing jauh dari permukiman. Mereka sebelumnya menyelamatkan diri setelah mendengar suara gemuruh longsor pada Minggu sore.
Evakuasi Dramatis di Medan Berbahaya
Tim SAR gabungan menghadapi medan ekstrem, termasuk tebing curam, jalur licin, jurang, dan potensi longsor susulan. Proses evakuasi berlangsung perlahan dan hati-hati, dengan perjalanan darat menuju Posko Induk Kecamatan Pandanarum memakan waktu hampir dua jam. Setelah itu, warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan, pendataan, dan makanan hangat.
Pengalaman Warga Selamat
Salah satu warga, Tusri, menceritakan suasana mencekam saat longsor terjadi. “Begitu dengar gemuruh, semua langsung lari. Pertama ke area makam, lalu ke hutan. Di sana kami tidur di kandang sapi dan kambing, total ada 51 orang,” ujarnya.
Tusri menambahkan, kepanikan melanda warga saat itu, banyak yang mencari anggota keluarga yang terpisah. Selama bermalam, relawan mengirimkan logistik berupa makanan dan selimut ke titik persembunyian mereka. Evakuasi baru bisa dilakukan keesokan paginya, dengan prioritas bagi warga yang memiliki riwayat penyakit, termasuk penderita stroke.
Kerusakan dan Harapan Relokasi
Rumah warga di kawasan terdampak mengalami kerusakan parah. Tusri berharap pemerintah memberikan relokasi permanen demi keselamatan jangka panjang. “Harapannya cepat tertangani, bantuannya terus ada, dan kami ingin pindah ke tempat lain. Tahun 2017 sudah pernah kejadian,” ungkapnya.
Keselamatan Warga Jadi Prioritas
Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Tanah di kawasan Situkung masih bergerak, sehingga operasi SAR digelar dengan pengamanan ekstra.
Dikutip dari RRI.co.id
