Opini: Kompas Tekankan Pemisahan Pro Justitia dan Pengelolaan dalam RUU Perampasan Aset
1 min read

Opini: Kompas Tekankan Pemisahan Pro Justitia dan Pengelolaan dalam RUU Perampasan Aset

Rupiah menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (14/9/2026), setelah melemah pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Mengutip data Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.605 per dolar AS, menguat enam poin atau 0,03 persen dari posisi penutupan sebelumnya Rp17.611 per dolar AS. Sementara berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp17.606 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif dan cenderung melemah sepanjang perdagangan hari ini. Rupiah diproyeksikan berada di rentang Rp17.610–Rp17.650 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah terutama berasal dari faktor eksternal, termasuk meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Ekspektasi tersebut dipengaruhi perkiraan inflasi tahunan AS yang mencapai 4,6 persen.

Ibrahim menyebut sekitar 85 persen ekonom memperkirakan The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan mendatang. Angka tersebut meningkat dari perkiraan sebelumnya sekitar 70 persen.

Selain kebijakan The Fed, konflik AS dan Iran yang masih berlangsung turut menjadi perhatian pasar. Ketegangan tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah dan berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.