Jasa Raharja Perluas Sosialisasi Keringanan Pajak melalui SIGER PARKIR di Empat Pusat Perbelanjaan
Bandar Lampung — Jasa Raharja Kantor Wilayah Lampung melaksanakan kegiatan SIGER PARKIR (Simpati Gerakan Edukasi dan Relaksasi Area Parkir) di empat pusat perbelanjaan di Bandar Lampung, Selasa (13/10/2026), yakni Lampung City Mall, Mall Boemi Kedaton, Mall Chandra Tanjung Karang, dan Mall Kartini. Kegiatan ini dilakukan melalui pemasangan dan penggantungan flyer sosialisasi program keringanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4) yang terparkir di area tersebut.
Melalui pendekatan edukasi di area parkir, informasi mengenai Program Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor Provinsi Lampung disampaikan secara langsung kepada pemilik kendaraan. Langkah ini menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan informasi agar masyarakat mengetahui kesempatan untuk memanfaatkan program keringanan yang berlaku hingga 31 Oktober 2026, sekaligus terdorong untuk menyelesaikan kewajiban administrasi kendaraannya.
Selain mendorong kepatuhan pembayaran PKB, kegiatan SIGER PARKIR juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memenuhi kewajiban Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Dana ini digunakan untuk mendukung pemberian santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas jalan sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui Jasa Raharja, perlindungan dasar diberikan kepada korban kecelakaan, baik berupa santunan meninggal dunia maupun biaya perawatan bagi korban luka-luka sesuai ketentuan. Dengan demikian, kepatuhan membayar SWDKLLJ turut mendukung keberlangsungan perlindungan bagi masyarakat.
Melalui pelaksanaan SIGER PARKIR di empat pusat perbelanjaan tersebut, Jasa Raharja bersama instansi terkait berharap informasi program keringanan pajak dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan mendorong peningkatan kepatuhan pembayaran PKB serta SWDKLLJ. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan turut memperkuat kesadaran masyarakat untuk tertib administrasi kendaraan dan mendukung optimalisasi penerimaan dari sektor kendaraan bermotor.
