Subsidi Salah Sasaran Jadi Sorotan, Menkeu Dituntut Selesaikan dalam 6 Bulan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah tengah melakukan perombakan besar dalam skema penyaluran subsidi agar lebih tepat sasaran. Purbaya mengaku diberikan tenggat waktu enam bulan untuk menyusun desain penyaluran subsidi yang lebih akurat bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Upaya tersebut dilakukan setelah ditemukan fakta bahwa kelompok masyarakat berpendapatan tinggi masih menerima subsidi dari pemerintah.
Subsidi Akan Difokuskan untuk Desil 1 hingga 4
Menurut Purbaya, penerima subsidi dari kelompok desil 8, 9, dan 10 masih cukup banyak. Pemerintah berencana mengurangi secara signifikan jatah subsidi untuk kelompok tersebut, lalu mengalihkannya kepada keluarga pada desil 1 hingga 4 yang lebih membutuhkan dukungan.
Untuk itu, Kementerian Keuangan juga menggandeng Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dalam penyusunan sistem subsidi yang baru, agar penyaluran dapat semakin adil dan terarah. Purbaya menyebut desain final strategi subsidi ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun.
Penyaluran Subsidi dan Kompensasi Lebih Adil
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Kemenkeu bertujuan meningkatkan efisiensi tanpa mengurangi hak masyarakat penerima subsidi dan kompensasi. Salah satu langkah yang sudah dilakukan yakni penyesuaian skema subsidi pupuk.
Jika sebelumnya kompensasi diberikan dengan model cost plus, kini penyesuaian dilakukan mengikuti harga pasar sehingga mendorong efisiensi dan kinerja BUMN yang terlibat.
Rosan memastikan pembayaran kompensasi berjalan baik dan membantu BUMN yang menjalankan layanan publik melalui skema Public Service Obligation (PSO).
“Kerja sama dengan Kementerian Keuangan sangat baik dan mendukung BUMN dalam menyalurkan subsidi serta kompensasi,” ujar Rosan.
Dikutip dari metrotvnews.com
