Pasar Energi: Harga Minyak Dunia Turun Lagi Hari Ini
2 mins read

Pasar Energi: Harga Minyak Dunia Turun Lagi Hari Ini

Harga minyak dunia kembali mengalami penurunan pada perdagangan Rabu waktu setempat atau Kamis WIB. Penurunan ini menempatkan harga minyak di jalur penurunan tahunan paling tajam sejak 2020, seiring investor mencermati prospek pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) serta menilai risiko gangguan pasokan dari Venezuela dan Rusia.

Mengutip data Yahoo Finance, Kamis, 25 Desember 2025, kontrak minyak mentah Brent ditutup melemah 14 sen atau 0,2 persen ke level USD62,24 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 3 sen atau 0,05 persen menjadi USD58,29 per barel.

Meski melemah, kedua kontrak tersebut telah mencatat kenaikan sekitar enam persen sejak 16 Desember 2025, ketika harga minyak sempat jatuh ke level terendah dalam hampir lima tahun terakhir.

Pertumbuhan Ekonomi AS Jadi Sorotan Pasar

Dari sisi fundamental, ekonomi Amerika Serikat tercatat tumbuh dengan laju tercepat dalam dua tahun terakhir pada kuartal ketiga 2025. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pengeluaran konsumen yang kuat serta lonjakan signifikan pada sektor ekspor.

Namun, sentimen positif dari pertumbuhan ekonomi AS belum mampu mengangkat harga minyak secara berkelanjutan. Pasar menilai bahwa peningkatan pasokan global berpotensi melampaui permintaan, sehingga menekan pergerakan harga hingga akhir tahun.

Harga Minyak Berpotensi Anjlok Tajam Sepanjang 2025

Secara tahunan, harga minyak mentah Brent dan WTI diperkirakan akan mencatat penurunan masing-masing sekitar 16 persen dan 18 persen sepanjang 2025. Jika terealisasi, pelemahan ini akan menjadi yang terdalam sejak 2020, saat pandemi Covid-19 menyebabkan anjloknya permintaan minyak global.

Tekanan utama datang dari ekspektasi kelebihan pasokan, meskipun sejumlah risiko geopolitik masih membayangi pasar energi.

Gangguan Pasokan Venezuela dan Rusia Topang Harga

Dari sisi pasokan, gangguan ekspor minyak Venezuela menjadi salah satu faktor utama yang sempat mendorong kenaikan harga minyak dalam beberapa pekan terakhir. Selain itu, serangan antara Rusia dan Ukraina yang menargetkan infrastruktur energi masing-masing negara turut memberikan sentimen penopang bagi pasar.

Lebih dari selusin kapal tanker bermuatan minyak dilaporkan masih tertahan di perairan Venezuela. Kapal-kapal tersebut menunggu arahan baru dari pemiliknya setelah Amerika Serikat menyita kapal tanker super Skipper pada awal bulan ini, serta menargetkan dua kapal tambahan pada akhir pekan lalu.

Kondisi tersebut menambah ketidakpastian pasokan global, meskipun sejauh ini belum cukup kuat untuk membalikkan tren penurunan harga minyak dunia.

Dikutip dari metrotvnews.com