Optimisme Perdamaian Rusia–Ukraina Picu Penurunan Harga Minyak Global
Harga minyak dunia turun lebih dari dua persen pada perdagangan Jumat waktu setempat atau Sabtu WIB. Penurunan ini terjadi seiring investor mempertimbangkan potensi kelebihan pasokan minyak global yang diperkirakan terjadi dalam waktu dekat.
Selain faktor pasokan, pelaku pasar juga mencermati perkembangan geopolitik, khususnya potensi kesepakatan perdamaian Ukraina yang dapat memengaruhi dinamika pasar energi global.
Pergerakan Harga Brent dan WTI
Mengutip data Yahoo Finance pada Sabtu, 27 Desember 2025, harga minyak mentah Brent turun USD1,60 atau 2,57 persen menjadi USD60,64 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah USD1,61 atau 2,76 persen ke level USD56,74 per barel.
Meskipun gangguan pasokan sempat mendorong pemulihan harga minyak dalam beberapa sesi terakhir dari titik terendah hampir lima tahun pada 16 Desember, tekanan pasar kembali meningkat akibat proyeksi pasokan yang melimpah.
Ancaman Kelebihan Pasokan Global
Sepanjang tahun ini, harga minyak mentah Brent dan WTI masing-masing tercatat turun sekitar 19 persen dan 21 persen. Penurunan tersebut menjadi yang terdalam sejak 2020, seiring meningkatnya produksi minyak mentah global yang memicu kekhawatiran kelebihan pasokan menjelang tahun depan.
Berdasarkan laporan pasar minyak Desember dari International Energy Agency (IEA), pasokan minyak global pada 2026 diperkirakan akan melebihi permintaan sebesar 3,84 juta barel per hari. Kondisi ini menambah tekanan terhadap harga minyak di pasar internasional.
Proses Perdamaian Rusia-Ukraina Jadi Perhatian
Investor juga mengamati perkembangan proses perdamaian Rusia-Ukraina dan potensi dampaknya terhadap sektor energi. Kesepakatan damai berpeluang membuka jalan bagi pencabutan sanksi internasional terhadap sektor minyak Rusia, yang dapat menambah pasokan minyak ke pasar global.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dijadwalkan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Florida pada Minggu untuk membahas isu teritorial yang menjadi salah satu hambatan utama dalam perundingan perdamaian. Zelenskiy menyebut kerangka kerja perdamaian 20 poin dan kesepakatan jaminan keamanan hampir rampung.
Zelenskiy juga menyatakan kesiapan untuk menggelar referendum terkait kerangka perdamaian apabila Rusia menyetujui gencatan senjata. Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menerima proposal Amerika Serikat mengenai kemungkinan kesepakatan damai Ukraina.
Dikutip dari metrotvnews.com
