Wall Street Diperkirakan Tampil Kuat di Awal Tahun 2026
Citi memperkirakan kenaikan pasar saham Amerika Serikat (AS) pascapandemi akan berlanjut pada 2026, meskipun dengan volatilitas yang meningkat. Fundamental ekuitas dinilai tetap solid meskipun tekanan valuasi dan arus makro semakin intensif.
“Kami tetap berpendapat S&P 500 (Wall Street) bukanlah cerminan langsung dari ekonomi AS (Main Street),” ujar para ahli strategi yang dipimpin Scott Chronert dalam laporan dikutip dari Investing.com, Jumat, 2 Januari 2026.
Bank ini menetapkan target skenario dasar S&P 500 pada 2026 sebesar 7.700, didukung oleh peningkatan pendapatan indeks yang agresif sebesar USD320 miliar. Skenario optimis sebesar 8.300 mengasumsikan pertumbuhan pendapatan lebih kuat dan valuasi sedikit lebih tinggi, sementara skenario pesimis sebesar 5.700 mencerminkan risiko kekecewaan pendapatan dan kompresi multiple.
Faktor Pendukung dan Prospek Pertumbuhan
Citi menyoroti kejutan positif terhadap pertumbuhan pendapatan, kebijakan akomodatif Federal Reserve, dan dorongan fiskal sebagai faktor yang dapat mempertahankan tingkat valuasi. Pertumbuhan laba diperkirakan meluas ke saham-saham non-terbesar, dengan saham “Other 492” keluar dari resesi laba pada 2024 dan mengatasi hambatan tarif pada 2025, menargetkan pertumbuhan dua digit untuk 2026.
Meski AI tetap menjadi fokus argumen bullish, nadanya lebih moderat dibanding tahun sebelumnya. Citi menekankan bahwa AI “lebih dari sekadar gelembung” dan meningkatkan produktivitas, meski hambatan pendanaan, pengembalian investasi, dan implikasi pasar tenaga kerja tetap harus diperhatikan.
Proyeksi Kinerja Sektoral
Citi mempertahankan posisi sektoral selektif untuk 2026, memberi bobot lebih pada Kesehatan, Keuangan, Teknologi Informasi, Energi, dan Material, sementara sektor Utilitas, Industri, dan Layanan Komunikasi dipertahankan pada bobot pasar. Sektor Barang Konsumsi Non-Esensial dan Esensial diberi bobot lebih hati-hati karena sensitivitas permintaan.
Di tingkat industri, fokus Citi tetap pada Semikonduktor, Perangkat Lunak, Perbankan, dan Peralatan Kesehatan, dengan prioritas pada pertumbuhan pendapatan, produktivitas, dan pengembalian modal dibanding pemulihan siklus semata.
Kebijakan Moneter dan Fiskal
Citi memandang Federal Reserve berada di jalur netral, dengan inflasi sebagai kekhawatiran lebih kecil dibanding kondisi pasar tenaga kerja. Suku bunga kebijakan yang lebih rendah mendukung ekuitas, namun potensi ketegangan antara produktivitas dan penurunan lapangan kerja tetap ada. Citi juga memperkirakan ketidakpastian kebijakan fiskal pada 2025 akan memberi jalan bagi langkah-langkah stimulus menjelang pemilihan paruh waktu.
Dikutip dari metrotvnews.com
