Rupiah Berpeluang Tertekan Seiring Meningkatnya Risiko Geopolitik Venezuela
1 min read

Rupiah Berpeluang Tertekan Seiring Meningkatnya Risiko Geopolitik Venezuela

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan nilai tukar rupiah akan melemah seiring penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat (AS), yang memicu kekhawatiran geopolitik global.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, memicu kekhawatiran geopolitik yang menekan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang,” ujar Lukman kepada ANTARA di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Mengutip Sputnik, pada Sabtu (3/1/2026), Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan besar ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Keduanya kemudian dipindahkan ke luar negeri oleh otoritas AS.

Sejumlah media internasional melaporkan terjadinya ledakan di Caracas dan mengaitkan operasi tersebut dengan keterlibatan unit khusus militer AS, Delta Force. Harian The New York Times melaporkan sedikitnya 4.800 orang tewas dalam operasi tersebut, termasuk personel militer dan warga sipil.

Media Anadolu menyebutkan bahwa Venezuela berada dalam kendali sementara Amerika Serikat, termasuk kemungkinan pengerahan pasukan AS jika diperlukan, sesuai arahan Presiden Trump.

Maduro dan Cilia Flores dilaporkan tiba di New York pada Sabtu (3/1/2026) malam dan saat ini ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn. Keduanya menghadapi dakwaan federal di Amerika Serikat terkait perdagangan narkoba serta dugaan kerja sama dengan kelompok kriminal yang diklasifikasikan sebagai organisasi teroris. Maduro membantah seluruh tuduhan tersebut.

Meski demikian, Lukman menilai isu geopolitik ini tidak akan memberikan dampak signifikan dalam jangka panjang terhadap pergerakan rupiah.

“Menurut saya, pasar paling tidak hanya bereaksi sesaat,” ujarnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.650 hingga Rp16.800 per dolar AS.

Dikutip dari antaranews.com