Tekanan Profit Taking Seret Harga Emas Dunia
1 min read

Tekanan Profit Taking Seret Harga Emas Dunia

Harga emas dunia melemah pada perdagangan Rabu waktu setempat atau Kamis WIB, seiring aksi ambil untung investor setelah logam mulia tersebut sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu minggu. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) turut memberikan tekanan terhadap sentimen pasar emas.

Mengutip Yahoo Finance, Kamis, 8 Januari 2026, harga emas berjangka tercatat turun 0,5 persen menjadi USD4.474,60 per ons. Sementara itu, harga emas spot relatif stabil di level USD4.471,83 per ons. Posisi tersebut masih berada kurang dari USD100 di bawah rekor tertinggi bulan lalu sebesar USD4.548,92 per ons.

Analis pasar keuangan senior Capital.com, Kyle Rodda, menilai pergerakan harga emas saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh posisi investasi dibandingkan faktor fundamental.

“Harga tidak terlalu terpengaruh dari perspektif fundamental, ada banyak spekulasi. Pergerakan harga sebagian besar condong ke atas, tetapi menunjukkan volatilitas dua arah,” ujar Rodda.

Ia menambahkan bahwa penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Dolar AS berada di dekat level terkuatnya dalam lebih dari dua pekan, sehingga membuat komoditas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain.

Pelaku pasar kini menantikan rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat pada akhir pekan ini, termasuk laporan nonfarm payrolls yang dijadwalkan diumumkan pada Jumat. Data tersebut diperkirakan akan menjadi faktor kunci dalam membentuk ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Saat ini, pasar memperkirakan The Fed masih berpeluang melakukan dua kali penurunan suku bunga sepanjang tahun ini. Kondisi tersebut pada umumnya mendukung harga emas, karena menurunkan biaya peluang dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Dikutip dari metrotvnews.com