Dolar AS Naik Tipis, Analis Sebut Pergerakan Masih Waspada
Dolar AS menguat sedikit pada Kamis, 8 Januari 2026, meski kenaikannya terbatas karena para pedagang menunggu laporan ketenagakerjaan penting yang akan dirilis pada hari Jumat. Para pelaku pasar mencari petunjuk terkait kesehatan ekonomi AS dan kemungkinan langkah Federal Reserve ke depan.
Indeks dolar, yang melacak nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, diperdagangkan 0,1 persen lebih tinggi menjadi 98,537, berada di jalur untuk kenaikan kecil selama minggu ini. Meski demikian, mata uang AS mencatat kinerja tahunan terburuk sejak 2017.
Data Pasar Tenaga Kerja AS
Data penggajian swasta untuk Desember dan data lowongan kerja untuk November sebelumnya lebih lemah dari ekspektasi, sementara pembacaan aktivitas bisnis yang kuat menunjukkan ekonomi AS kemungkinan menutup tahun 2025 secara positif.
Perhatian pasar tertuju pada laporan penggajian non-pertanian bulanan pada hari Jumat, di mana para ekonom memperkirakan penambahan sekitar 57 ribu lapangan kerja pada Desember, turun dari 64 ribu pada November. Selain itu, klaim pengangguran mingguan dan pemutusan kerja Challenger untuk Desember juga akan dirilis, memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kondisi pasar tenaga kerja.
Federal Reserve memangkas suku bunga dalam tiga pertemuan terakhir tahun 2025, namun laju pelonggaran diperkirakan akan melambat pada 2026. Hari Jumat juga menjadi perhatian karena Mahkamah Agung AS dijadwalkan memutuskan legalitas kebijakan tarif pemerintahan Trump, yang kemungkinan memengaruhi kekuatan dolar.
Pergerakan Mata Uang Lain
Di Eropa, EUR/USD diperdagangkan sedikit lebih rendah ke 1,1672, dengan fokus investor tetap pada isu geopolitik. GBP/USD turun 0,1 persen menjadi 1,3444, sedikit menurun dari level tertinggi hampir empat bulan awal pekan ini.
Di Asia, USD/JPY turun 0,1 persen menjadi 156,54 meski data upah Jepang menunjukkan pertumbuhan yang lebih rendah dari ekspektasi. USD/CNY diperdagangkan 0,2 persen lebih rendah menjadi 6,9823, mendekati level terkuat dalam lebih dari dua tahun. Sementara itu, AUD/USD turun 0,3 persen menjadi 0,6701 setelah data ekspor Australia menunjukkan kontraksi pada November dan surplus perdagangan menyusut secara tak terduga.
Dikutip dari metrotvnews.com
