Emas Dunia Mendekati USD4.600 per Ons, Kilau Harga Kian Menguat
Harga emas dunia mencapai level tertinggi baru pada perdagangan Senin waktu setempat atau Selasa WIB. Kenaikan tajam ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap ketidakpastian geopolitik global serta isu independensi Federal Reserve yang mendorong investor beralih ke aset aman.
Mengutip Yahoo Finance, Selasa, 13 Januari 2025, kontrak berjangka emas melonjak sekitar dua persen ke level USD4.592,90 per ons. Sementara itu, harga emas spot turut menguat 1,6 persen ke posisi USD4.582,55 per ons.
Selain dipengaruhi oleh meningkatnya tensi geopolitik, pasar juga dibayangi kekhawatiran terkait independensi bank sentral Amerika Serikat. Hal ini menyusul kabar dibukanya penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell.
Powell mengungkapkan Departemen Kehakiman Amerika Serikat telah mengirimkan surat panggilan pengadilan kepada Federal Reserve. Langkah tersebut disertai ancaman pengajuan dakwaan pidana yang berkaitan dengan kesaksian Powell di hadapan Senat AS.
“Ancaman tuntutan pidana ini merupakan konsekuensi dari kebijakan Federal Reserve yang menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik kami mengenai apa yang bermanfaat bagi masyarakat, bukan mengikuti preferensi presiden,” ujar Powell.
Analis ekuitas senior Hargreaves Lansdown, Matt Britzman, menilai kombinasi ketegangan geopolitik dan pertanyaan atas independensi Federal Reserve telah mendorong investor berbondong-bondong mencari aset yang lebih aman, termasuk emas.
Selain itu, data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah pada Jumat lalu turut menjadi katalis tambahan bagi penguatan harga emas. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar semakin condong pada ekspektasi adanya dua kali penurunan suku bunga acuan The Fed sepanjang tahun ini, menjelang rilis data inflasi penting pada akhir pekan.
Dikutip dari metrotvnews.com
