Dukung Pendidikan Nasional, Kemkomdigi Dorong Akses Internet Merata
1 min read

Dukung Pendidikan Nasional, Kemkomdigi Dorong Akses Internet Merata

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memfokuskan upaya pemerataan akses internet guna mendukung penyelenggaraan pendidikan dan menghadirkan kesempatan belajar yang setara bagi pelajar, baik di wilayah perkotaan maupun daerah terpencil.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan bahwa kualitas layanan internet di Indonesia masih belum merata. Di wilayah padat penduduk, layanan relatif stabil, sementara di daerah terpencil penguatan infrastruktur masih terus dilakukan.

“Di wilayah padat penduduk kualitas layanan relatif stabil, sementara di daerah terpencil penguatan infrastruktur terus dilakukan,” kata Nezar Patria, dikutip dari siaran pers kementerian di Jakarta, Selasa.

Nezar menjelaskan, saat ini sarana akses internet telah tersedia di sekitar 97 persen wilayah berpenduduk di Indonesia. Namun, kualitas layanan yang diterima masyarakat masih beragam, sehingga pemerintah terus berupaya meningkatkan konektivitas dan mutu akses internet secara bertahap.

Ia mengungkapkan, kecepatan internet rata-rata nasional saat ini berada di kisaran 45 Mbps, masih tertinggal dibandingkan rata-rata negara di Asia Tenggara. Pemerintah pun menargetkan peningkatan kecepatan internet hingga 100 Mbps dalam tiga tahun ke depan.

“Kecepatan internet rata-rata nasional berada di kisaran 45 Mbps, masih di bawah rata-rata Asia Tenggara. Pemerintah menargetkan peningkatan hingga 100 Mbps dalam tiga tahun ke depan, termasuk perluasan jaringan generasi kelima yang saat ini masih di bawah 10 persen,” ujar Nezar saat menerima perwakilan Johns Hopkins School of Advanced International Studies di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Senin (12/1).

Menurut Nezar, pemerataan akses internet untuk pendidikan merupakan bagian dari komitmen negara dalam memenuhi hak belajar masyarakat serta memperkecil kesenjangan digital antarwilayah. Dengan konektivitas yang lebih baik, pelajar di seluruh Indonesia diharapkan dapat mengakses berbagai platform pembelajaran daring secara optimal.

“Kementerian Komunikasi dan Digital mengupayakan para pelajar dapat mengakses platform-platform pembelajaran daring dengan baik. Dukungan ini menjadi dasar bagi kebijakan pendidikan berbasis digital,” kata Nezar.

Dikutip dari antaranews.com