Air Banjir di Jakarta Selatan Mulai Menyusut
1 min read

Air Banjir di Jakarta Selatan Mulai Menyusut

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan menyatakan banjir yang sempat merendam sejumlah wilayah kini berangsur surut dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsi.

Kasatgas BPBD Jakarta Selatan, Sukendar, mengatakan genangan terjadi di beberapa titik, seperti Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, serta Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran akibat luapan Kali Ciliwung.

Genangan Sempat Capai 180 Cm

Di Pejaten Timur, genangan mulai terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dengan ketinggian air 50 cm dan sempat meningkat hingga 180 cm pada pukul 04.50 WIB.

Air kemudian berangsur surut sejak pukul 06.10 WIB dan tersisa sekitar 20 cm pada pukul 09.40 WIB. Ratusan kepala keluarga terdampak, terutama di beberapa RT di RW 007 dan RW 008, meski warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing.

“Jumlah pengungsi nihil dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Sukendar.

Rawajati Juga Terdampak

Sementara itu, di kawasan Gang Langgar, Rawajati, genangan mulai terjadi pukul 04.00 WIB dengan ketinggian awal 30 cm dan sempat meningkat hingga 80 cm sebelum berangsur surut pada pagi hari.

BPBD DKI Jakarta menjelaskan banjir dipicu oleh kenaikan status Bendung Katulampa menjadi siaga 3 dengan tinggi muka air 105 cm, serta Pos Pantau Depok yang mencapai siaga 2 dengan tinggi muka air 280 cm, sehingga menyebabkan luapan Kali Ciliwung ke permukiman warga.

Penanganan dan Kondisi Terkini

Sejumlah langkah penanganan telah dilakukan petugas, termasuk pemasangan jalur evakuasi dan koordinasi dengan pihak kelurahan, petugas PPSU, serta unsur terkait lainnya.

Petugas juga disiagakan di lokasi untuk memantau perkembangan genangan. Saat ini, kondisi di wilayah terdampak telah berangsur normal seiring surutnya air, dan jalur evakuasi yang sebelumnya dipasang telah dilepas.

BPBD DKI Jakarta mencatat sebanyak enam RT di Jakarta Selatan sempat terdampak banjir pada Senin pagi.