Bencana di Sumatra Rusak Infrastruktur, Kemenhub Soroti Kerusakan Parah Jalur Kereta
1 min read

Bencana di Sumatra Rusak Infrastruktur, Kemenhub Soroti Kerusakan Parah Jalur Kereta

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak cepat memulihkan infrastruktur transportasi yang rusak akibat bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan anggaran perbaikan telah dialokasikan untuk penanganan pascabencana.

“Kami sudah menghitung dan mengalokasikan di anggaran kami. Insyaallah begitu jalan-jalan nasional sudah terbuka kami segera melakukan perbaikan,” ujar Menhub Dudy Purwagandhi, dikutip dari keterangan resmi, Rabu, 31 Desember 2025.

Dudy menjelaskan, dampak bencana di Sumatra paling besar dirasakan pada sektor transportasi darat dan perkeretaapian. Infrastruktur jalan nasional serta rel kereta api mengalami kerusakan cukup signifikan akibat terjangan banjir dan longsor. Sementara itu, fasilitas bandara dan pelabuhan dilaporkan masih relatif aman dan tidak mengalami kerusakan berarti.

“Terkait kereta api, kami masih melakukan survei karena dampaknya cukup parah. Kami hitung lagi perkiraan kebutuhan dana karena banyak rel kereta yang sudah tersapu air,” ujar Dudy.

Selain perbaikan infrastruktur, Kemenhub juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah. Gubernur maupun bupati di wilayah terdampak dipersilakan mengajukan dukungan armada transportasi tambahan apabila akses logistik mengalami kendala.

“Kami sangat terbuka. Jika butuh dukungan kapal atau penerbangan, silakan ajukan. Kami akan bantu semaksimal mungkin,” tegas Menhub.

Dalam penanganan darurat, Kemenhub telah mendistribusikan logistik ke setiap satuan pelayanan di sektor darat agar layanan transportasi dapat kembali beroperasi. Fasilitas terminal diperbaiki secara bertahap, sementara Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) difungsikan sebagai rest area darurat di tengah padatnya arus lalu lintas akibat terputusnya akses jalan.

Di sektor laut, Kemenhub mengerahkan kapal kenavigasian serta kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) untuk mendukung distribusi bantuan. Posko darurat juga dibentuk guna mengoordinasikan bantuan bagi masyarakat Sumatra yang terdampak bencana.

Sementara itu, sektor udara turut mempercepat penanganan dengan mengoperasikan helikopter serta membuka rute penerbangan tambahan, seperti Rembele–Medan dan Banda Aceh–Gayo Lues. Pesawat Balai Kalibrasi juga disiagakan untuk menyalurkan logistik ke daerah-daerah yang masih terisolasi.

Dikutip dari metrotvnews.com