Dokter Ingatkan Risiko Minum Matcha Disajikan dalam Infus yang Viral
Sebuah kedai teh di Bali menjadi viral di media sosial karena menghadirkan minuman matcha dalam kemasan menyerupai botol infus. Video yang beredar menunjukkan kemasan minuman itu mencantumkan label “D5 Dextrose monohydrate”, istilah yang lazim digunakan pada cairan infus medis.
Profesor Ketut Suastika, dokter spesialis penyakit dalam, menjelaskan bahwa infus D5 merupakan cairan medis yang mengandung 5 persen dekstrosa atau glukosa dalam air, digunakan untuk memenuhi kebutuhan cairan dan energi pasien melalui pembuluh darah. “Infus D5 adalah cairan infus, makanan yang dimasukkan dalam cairan yang bisa langsung dimasukkan melalui pembuluh darah, mengandung dextrose atau glukosa 5 persen,” ujar Ketut, Selasa (6/1).
Ketut menekankan bahwa inovasi pemasaran perlu memperhatikan etika. Penggunaan atribut medis tanpa izin, seperti nama PT Otsuka Indonesia yang tercantum pada kemasan, berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Ia juga mengingatkan agar publik tidak keliru memahami fungsi cairan infus, yang hanya diberikan secara medis dan bukan untuk konsumsi oral sehari-hari.
PT Otsuka Indonesia memberikan klarifikasi bahwa cairan infus yang digunakan pada kemasan minuman viral tersebut bukan produk mereka dan ada indikasi penyalahgunaan merek. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam mengemas produk makanan dan minuman, terutama ketika menggunakan simbol medis yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.
Dikutip dari cnnindonesia.com
