Emas Cetak Rekor Tahun 2025, Investor Masih Optimistis
Harga emas melonjak dalam perdagangan Eropa pada Jumat, 2 Januari 2026, sesi perdagangan pertama tahun ini, setelah menutup tahun 2025 dengan kenaikan historis. Lonjakan ini didorong oleh dolar AS yang lebih lemah dan ekspektasi suku bunga yang lebih rendah, yang meningkatkan permintaan emas batangan.
Dilansir dari Investing.com pada Sabtu, 3 Januari 2026, harga emas spot terakhir naik 1,8 persen menjadi USD4.387,09 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS naik 1,4 persen menjadi USD4.399,90 per ons.
Faktor Pendorong Harga Emas
Harga emas sempat merosot dari rekor tertinggi pada minggu terakhir 2025, namun pembelian baru muncul seiring dibukanya kembali pasar setelah liburan akhir tahun. Pelemahan dolar AS membuat emas lebih murah bagi investor dengan mata uang lain, memberikan dukungan jangka pendek yang signifikan.
Pengaruh Pemotongan Suku Bunga Fed
Sepanjang 2025, harga emas melonjak lebih dari 60 persen, mencatatkan kinerja tahunan terbaik dalam beberapa dekade. Reli ini dipicu oleh pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve AS, yang menurunkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Selain itu, ketegangan geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah memperkuat permintaan emas sebagai aset safe-haven. Bank sentral di berbagai negara juga terus membeli emas, terutama di pasar negara berkembang, untuk mendiversifikasi cadangan dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
Optimisme Perak dan Platinum
Harga spot perak naik 4,9 persen menjadi USD74,47 per ons pada Jumat, 2 Januari 2026, setelah mencatat kenaikan signifikan sepanjang 2025. Kenaikan didorong oleh permintaan aset aman dan konsumsi industri yang kuat, termasuk sektor energi terbarukan, elektronik, dan pusat data.
Platinum juga mencatat kenaikan 5,3 persen menjadi USD2.139,5 per ons. Sepanjang 2025, perak melonjak hampir 150 persen, sementara platinum naik lebih dari 110 persen. Kontrak berjangka tembaga AS naik 0,8 persen menjadi USD5,73 per pon.
Dikutip dari metrotvnews.com
