Harga Emas Dunia Alami Penurunan
Harga emas dunia tergelincir pada perdagangan Kamis waktu setempat atau Jumat WIB, seiring pasar mencerna rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan. Melambatnya laju inflasi tersebut mengurangi daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, meskipun tekanan penurunan harga tertahan oleh kenaikan tingkat pengangguran AS pada November.
Mengutip data Yahoo Finance, Jumat, 19 Desember 2025, harga emas spot tercatat turun 0,2 persen menjadi USD4.330,39 per ons. Padahal, emas batangan sempat menyentuh rekor tertinggi di level USD4.381,21 per ons pada 20 Oktober dan masih berada di dekat level tersebut pada sesi perdagangan sebelumnya. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 0,2 persen di posisi USD4.364,5 per ons.
Sebelumnya, data menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS naik 2,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada November. Angka ini berada di bawah perkiraan kenaikan 3,1 persen yang diproyeksikan para ekonom dalam survei Reuters.
Rilis data inflasi tersebut mendorong pasar kontrak berjangka suku bunga dana federal untuk memperhitungkan sedikit peningkatan peluang Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga pada pertemuan Januari mendatang. Secara historis, aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah dan dikenal sebagai instrumen lindung nilai inflasi.
Di sisi lain, harga perak turut mengalami tekanan. Harga perak spot turun 1,5 persen menjadi USD65,3 per ons, terkoreksi dari rekor tertinggi USD66,88 per ons yang dicapai pada sesi perdagangan sebelumnya. Meski demikian, perak masih mencatatkan kinerja impresif sepanjang tahun ini dengan kenaikan sekitar 126 persen secara year to date (ytd), didorong oleh permintaan investasi dan kekhawatiran terhadap defisit pasokan.
Sementara itu, harga logam mulia lainnya justru bergerak menguat. Platinum naik 1,2 persen menjadi USD1.922,05 per ons, level tertinggi dalam lebih dari 17 tahun. Adapun paladium melonjak 3,7 persen ke posisi USD1.708,72 per ons, yang merupakan level tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir.
Dikutip dari metrotvnews.com
