Harga Minyak Bertahan Menjelang Diskusi OPEC+
Harga minyak stabil pada Jumat, 2 Januari 2026, hari perdagangan pertama tahun ini, setelah mencatat penurunan tahunan terbesar sejak 2020. Stabilitas ini dipicu oleh pertimbangan investor terhadap risiko geopolitik baru, sambil menunggu keputusan OPEC+ mengenai kebijakan pasokan pada pertemuan akhir pekan.
Dikutip dari Investing.com pada Sabtu, 3 Januari 2026, harga minyak Brent berjangka untuk kontrak Maret hampir tidak berubah di USD60,87 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,1 persen menjadi USD57,46 per barel. Kedua kontrak sebelumnya turun hampir 20 persen sepanjang 2025, akibat kekhawatiran kelebihan pasokan global dan pertumbuhan permintaan yang tidak merata.
Fokus Investor pada Pertemuan OPEC+
Perhatian pasar tertuju pada pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan 4 Januari 2026. Kelompok produsen ini diperkirakan akan tetap pada keputusan menunda peningkatan produksi, langkah yang diambil akhir tahun lalu untuk menstabilkan harga setelah penurunan besar pada patokan minyak mentah. Pasar memperkirakan OPEC+ akan menegaskan sikap ini, dengan sedikit kemungkinan menambah pasokan lebih banyak ke pasar yang sudah memadai.
Dukungan Harga dari Geopolitik
Perkembangan geopolitik juga memberikan dukungan terhadap harga minyak. Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap ekspor minyak Venezuela dengan sanksi baru yang menargetkan perusahaan dan kapal yang diduga membantu Caracas menghindari pembatasan yang ada.
Selain itu, ketegangan antara Rusia dan Ukraina kembali meningkat selama periode Tahun Baru, dengan serangan dilaporkan di pelabuhan Laut Hitam dan infrastruktur terkait. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak mentah.
Faktor Penurunan Harga Minyak Tahun Lalu
Penurunan harga minyak sepanjang 2025 sebagian besar disebabkan oleh kelebihan pasokan global. OPEC+ mengurangi pemotongan produksi sementara produsen non-OPEC tetap mempertahankan tingkat produksi tinggi. Faktor-faktor ini lebih dominan dibandingkan risiko gangguan pasokan akibat ketegangan geopolitik, sehingga harga minyak tetap berada di bawah tekanan sepanjang tahun lalu.
Dikutip dari metrotvnews.com
