IHSG Catat Kenaikan ke Level 8.577 di Awal Sesi Perdagangan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat ke level 8.577,60 pada Selasa (2/12/2025). Meski demikian, analis memperkirakan pergerakan IHSG akan cenderung datar atau sideways dalam perdagangan hari ini.
Pada penutupan perdagangan Senin kemarin, IHSG tercatat menguat ke level 8.548,79. Namun, penguatan tersebut masih disertai aliran keluar modal asing. Berdasarkan data BNI Sekuritas, investor asing melakukan net sell saham senilai Rp104 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing antara lain BBRI, BUMI, RAJA, BRPT, dan CUAN.
“Pergerakan IHSG hari ini berpotensi sideways. Level support diperkirakan berada di rentang 8.440–8.500 dan level resistansi di rentang 8.570–8.600,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas menilai volatilitas IHSG masih tinggi, terutama setelah IHSG menembus rekor tertinggi di atas level 8.600 pada 26 November lalu. “Ini wajar karena investor melakukan profit taking,” ujar Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.
Dari sisi fundamental, Rully menilai kondisi ekonomi Indonesia secara umum tetap stabil. Inflasi November tercatat turun menjadi 2,7 persen secara tahunan, seiring stabilnya harga pangan. Namun, harga emas yang meningkat mendorong kenaikan inflasi inti. Surplus neraca perdagangan Indonesia bulan Oktober mengalami penurunan signifikan akibat lonjakan impor non-migas, sementara ekspor relatif menurun meski masih cukup tinggi.
Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat pada Senin kemarin melemah, sedangkan bursa Asia menutup perdagangan dengan hasil bervariasi. Kondisi ini turut memengaruhi pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini.
Dikutip dari RRI.co.id
