Inflasi AS Tercatat 2,7 Persen pada November, Tumbuh Melambat
Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (BLS) melaporkan indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) Amerika Serikat naik 2,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada November 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi pasar sebesar 3,1 persen dan sedikit di bawah kenaikan 3,0 persen yang tercatat pada September.
Mengutip Xinhua, Jumat, 19 Desember 2025, BLS juga mencatat CPI inti yang tidak memasukkan komponen harga pangan dan energi yang bersifat fluktuatif melambat menjadi 2,6 persen secara tahunan pada November. Perlambatan inflasi inti ini memperkuat sinyal meredanya tekanan harga di perekonomian AS.
Namun demikian, laporan inflasi November tidak mencantumkan perubahan bulanan. Hal ini disebabkan data Oktober 2025 tidak tersedia setelah rilis CPI Oktober dibatalkan akibat penangguhan pengumpulan data selama penutupan pemerintahan federal AS baru-baru ini.
Angka inflasi yang lebih rendah dari perkiraan tersebut telah menghidupkan kembali harapan pasar bahwa tekanan inflasi mulai mereda. Kondisi ini membuka peluang bagi Federal Reserve AS (The Fed) untuk melonggarkan kebijakan moneter lebih jauh dibandingkan dengan yang sebelumnya diantisipasi.
Sebelum rilis data inflasi, pasar memperkirakan probabilitas sebesar 73 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Januari mendatang, berdasarkan CME FedWatch Tool. Meski demikian, sebagian pelaku pasar kini mulai memproyeksikan ruang pelonggaran moneter yang lebih besar ke depan.
Meski optimisme pasar meningkat, para ekonom mengingatkan agar laporan inflasi November tidak langsung ditafsirkan sebagai awal dari tren penurunan inflasi yang berkelanjutan. Ketiadaan data Oktober dinilai membuat perbandingan inflasi menjadi kurang komprehensif.
Sebagai catatan, pekan lalu The Fed telah menurunkan kisaran target suku bunga dana federal sebesar 25 basis poin menjadi 3,5 hingga 3,75 persen setelah pertemuan kebijakan bulan Desember. Bank sentral AS tersebut menegaskan bahwa ketidakpastian terhadap prospek ekonomi masih tetap tinggi.
Di sisi lain, BLS juga melaporkan tingkat pengangguran Amerika Serikat meningkat menjadi 4,6 persen pada November, yang merupakan level tertinggi sejak Oktober 2021. Jumlah pengangguran tercatat naik menjadi 7,8 juta orang, dibandingkan 7,1 juta orang pada periode yang sama tahun 2024.
Dikutip dari metrotvnews.com
