Kandungan Nutrisi Salmon dan Ayam dalam Mendukung Kesehatan Jantung
2 mins read

Kandungan Nutrisi Salmon dan Ayam dalam Mendukung Kesehatan Jantung

Salmon dan ayam merupakan sumber protein hewani tanpa lemak yang bergizi dan memiliki manfaat penting bagi pembentukan otot serta kesehatan jantung. Meski sama-sama menjadi pilihan utama dalam pola makan sehat, keduanya memiliki perbedaan kandungan nutrisi yang signifikan.

Menurut siaran Health pada Sabtu (10/1), salmon dikenal sebagai salah satu sumber terbaik asam lemak omega-3, khususnya eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA). Kandungan omega-3 ini berperan penting dalam menjaga fungsi otak, kesehatan mata, serta menurunkan risiko penyakit jantung.

Satu filet salmon Atlantik hasil budidaya seberat sekitar 3 ons mengandung sekitar 1,24 gram DHA dan 0,59 gram EPA. Sementara itu, salmon tangkapan liar memiliki kandungan omega-3 yang sedikit lebih rendah, namun tetap menjadi sumber lemak sehat yang baik. Mengonsumsi satu porsi salmon dapat membantu memenuhi kebutuhan harian omega-3.

Asosiasi Jantung Amerika merekomendasikan konsumsi dua porsi ikan berlemak seperti salmon setiap minggu untuk memperoleh asupan EPA dan DHA yang cukup guna mendukung kesehatan jantung dan kesehatan secara keseluruhan.

Selain omega-3, salmon juga kaya akan selenium, mineral penting yang berperan dalam fungsi kelenjar tiroid, produksi hormon, perlindungan sel, serta sistem kekebalan tubuh. Kandungan selenium pada salmon dapat memenuhi sekitar 75 persen dari nilai harian yang direkomendasikan, lebih tinggi dibandingkan ayam yang hanya sekitar 50 persen.

Salmon juga mengandung vitamin D, antioksidan, dan kolin. Kolin dibutuhkan untuk fungsi otak dan perkembangan otak selama kehamilan. Satu porsi salmon Atlantik hasil budidaya menyumbang sekitar 16 persen dari kebutuhan harian kolin.

Di sisi lain, ayam unggul sebagai sumber protein rendah lemak. Dada ayam tanpa tulang dan tanpa kulit seberat 3,5 ons atau sekitar 100 gram mengandung sekitar 31 gram protein dan kurang dari 4 gram lemak total. Kandungan lemak jenuh pada dada ayam juga relatif rendah, yakni sekitar 1 gram.

Konsumsi lemak jenuh yang lebih rendah membantu menekan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Namun, bagian ayam yang lebih gelap seperti paha diketahui memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih tinggi.

Salmon mengandung protein yang sedikit lebih rendah dibandingkan ayam, yakni sekitar 22 gram protein per porsi 3,5 ons, dengan total lemak sekitar 12 gram. Meski demikian, sebagian besar lemak dalam salmon berasal dari lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Baik salmon maupun ayam sama-sama mengandung vitamin B yang penting bagi tubuh. Salmon lebih tinggi vitamin B12 yang berperan dalam pembentukan sel darah merah dan fungsi otak. Sementara ayam lebih kaya niasin (vitamin B3) dan vitamin B6 yang membantu metabolisme energi, produksi sel darah merah, serta mendukung fungsi pencernaan dan saraf.

Dengan kandungan gizi yang saling melengkapi, salmon dan ayam sama-sama dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang untuk mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Dikutip dari antaranews.com