KRI Semarang Angkut 250 Ton Bantuan, Kemenko IPK Fokus Bangun Infrastruktur Darurat
2 mins read

KRI Semarang Angkut 250 Ton Bantuan, Kemenko IPK Fokus Bangun Infrastruktur Darurat

Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) mengirimkan dua tim dari Jakarta untuk memimpin pendistribusian 250 ton bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana di Sumatra. Bantuan tersebut diangkut menggunakan KRI Semarang 594 dan juga mencakup pembangunan infrastruktur darurat bagi masyarakat terdampak.

Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Herzaky Mahendra Putra, menyampaikan bahwa keberangkatan tim ini merupakan tindak lanjut dari pelepasan bantuan kemanusiaan oleh Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Tim akan memimpin penyaluran bantuan kemanusiaan dan pembangunan infrastruktur darurat, seperti jembatan perintis kemanusiaan, sarana MCK, serta penyediaan air bersih,” ujar Herzaky, dikutip dari Antara, Jumat, 26 Desember 2025.

Tim pertama yang dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria dan Tata Ruang Kemenko IPK Nazib Faizal bersama Staf Khusus Menko IPK Bidang Percepatan Pembangunan Irjen Pol Arif Rachman, telah berangkat pada Kamis, 25 Desember 2025. Rombongan ini turut didampingi Liaison Officer Kementerian Transmigrasi Brigjen TNI Rio Neswan.

Sementara itu, tim kedua berangkat pada Jumat, 26 Desember 2025, dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko IPK Muhammad Rachmat Kaimuddin, dengan anggota Staf Khusus Menko IPK Bidang Hukum dan Regulasi Sigit Raditya serta Tenaga Ahli Menko IPK Bidang Manajemen Pimpinan Yudhi Prasetyo Purnomo.

Herzaky menegaskan, langkah ini merupakan upaya cepat pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat segera terpenuhi sekaligus mempercepat pemulihan akses dan layanan publik di wilayah terdampak bencana.

Pengiriman tim ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan langsung Menko IPK AHY ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Salah satu titik terparah adalah Jembatan Lubuk Sidup di Aceh Tamiang yang mengalami putus dan roboh.

Sebelumnya, AHY telah melepas sekitar 250 ton bantuan kemanusiaan hasil swadaya bersama para mitra yang diberangkatkan dari Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta, pada Senin, 22 Desember 2025. Bantuan tersebut setara dengan 42 truk muatan.

Logistik yang dikirim mencakup bahan makanan siap saji dan darurat, pakaian serta perlengkapan perorangan, hingga peralatan memasak. Selain itu, disertakan pula tenda pengungsian, genset, MCK portabel, perahu karet, serta material infrastruktur darurat seperti jembatan perintis, rumah modular, sistem komunikasi berbasis Starlink, kendaraan 4×4, sarana penjernihan air, air bersih, dan obat-obatan.

Seluruh bantuan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan, terutama bagi kelompok rentan di lokasi pengungsian. Tim Kemenko IPK akan memimpin langsung pendistribusian bantuan sekaligus pembangunan proyek percontohan infrastruktur darurat, termasuk jembatan perintis kemanusiaan sepanjang sekitar 250 meter yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur.

Dikutip dari metrotvnews.com