Langkah Presiden Tangani Bencana Dinilai Sistematis dan Terkoordinasi
2 mins read

Langkah Presiden Tangani Bencana Dinilai Sistematis dan Terkoordinasi

Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Timothy Ivan Triyono menegaskan bahwa penanganan bencana di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dijalankan dengan pendekatan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Pendekatan ini merupakan arahan langsung Presiden yang secara konsisten disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna, rapat terbatas, hingga kunjungan ke lokasi terdampak bencana.

Ivan, dikutip dari Antara, Sabtu, 3 Januari 2026, menyampaikan bahwa Presiden menekankan pentingnya kerja nyata dalam setiap penanganan bencana, bukan sekadar kehadiran simbolik pejabat di lokasi terdampak.

Larangan Wisata Bencana oleh Pejabat
Presiden Prabowo secara tegas mengingatkan agar tidak ada praktik “wisata bencana” oleh pejabat negara. Setiap kunjungan ke daerah terdampak harus disertai dengan tindakan konkret, percepatan bantuan, dan solusi nyata bagi masyarakat.

Arahan tersebut tercermin dalam sejumlah kunjungan Presiden ke wilayah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Dalam setiap kunjungan, Presiden selalu mengajak menteri serta pejabat terkait, mulai dari Menteri Pekerjaan Umum, Panglima TNI, Kepala Staf TNI, Menteri ESDM, hingga Direktur Utama PLN untuk memastikan koordinasi dan percepatan kerja di lapangan.

Percepatan Infrastruktur dan Peran TNI
Ivan mencontohkan pembangunan jembatan darurat yang berhasil diselesaikan aparat TNI dalam waktu kurang dari satu minggu, jauh lebih cepat dari estimasi awal. Kecepatan ini dinilai sebagai hasil dari komando yang jelas dan koordinasi lintas sektor yang solid.

Untuk memperkuat langkah tersebut, Presiden juga menunjuk Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Pemulihan Jembatan. Penunjukan ini bertujuan agar penanganan infrastruktur pascabencana berjalan lebih terkoordinasi dan efisien.

Kepemimpinan Lapangan dan Empati Presiden
Selain pendekatan struktural, Ivan menyoroti gaya kepemimpinan lapangan Presiden Prabowo yang sarat empati. Latar belakang Presiden sebagai prajurit tempur membentuk kebiasaan untuk turun langsung ke lapangan, mengecek pelaksanaan perintah, dan memastikan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kehadiran Presiden di lokasi bencana juga menjadi bentuk trauma healing, terutama bagi ibu-ibu dan anak-anak. Presiden ingin memastikan rakyat benar-benar merasakan perhatian negara,” ujar Ivan.

Fokus Pemulihan Jangka Pendek dan Panjang
Dalam penanganan bencana, Presiden Prabowo memprioritaskan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, percepatan perbaikan fasilitas publik, pemberian bantuan stimulan, pemenuhan kebutuhan dasar, perbaikan infrastruktur air bersih, hingga restrukturisasi kredit bagi masyarakat terdampak.

Ivan menegaskan seluruh langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana di era Presiden Prabowo tidak bersifat reaktif semata, melainkan terencana, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

“TSM bukan sekadar istilah. Ini adalah cara kerja agar pemulihan berjalan cepat dan benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya.

Dikutip dari metrotvnews.com