Mayoritas Ekonom Menilai BI-Rate Perlu Dipertahankan di 4,75 Persen
2 mins read

Mayoritas Ekonom Menilai BI-Rate Perlu Dipertahankan di 4,75 Persen

Mayoritas ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) November 2025. Keputusan resmi akan diumumkan pada Rabu siang.

Nilai Tukar Rupiah Masih Melemah, BI Perlu Stabilkan Pasar

Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menilai penahanan suku bunga menjadi opsi paling tepat mengingat nilai tukar rupiah masih fluktuatif dan cenderung melemah terhadap dolar AS. Ketidakpastian global serta pandangan pasar yang terpecah soal kebijakan The Fed juga membuat BI perlu menjaga stabilitas.

Myrdal menilai kondisi ini menjadi alasan kuat BI mempertahankan BI-Rate pada bulan ini.

Inflasi Mulai Meningkat, Arus Modal Keluar Menekan Rupiah

Ekonom LPEM FEB UI, Teuku Riefky, memproyeksikan hal serupa. Ia menyoroti bahwa tekanan inflasi mulai meningkat menjelang puncak permintaan musiman. Di waktu yang sama, arus modal keluar juga cukup tinggi meski The Fed telah memangkas suku bunga pada FOMC Oktober 2025.

Antara pertengahan Oktober hingga pertengahan November 2025, tercatat capital outflow bersih sebesar 0,95 miliar dolar AS, terutama akibat penjualan obligasi pemerintah oleh investor asing. Situasi ini diperparah oleh kekhawatiran risiko fiskal terkait rencana pemerintah mengambil alih utang proyek kereta Whoosh.

Dampaknya, rupiah melemah dari Rp16.555 menjadi Rp16.695 per dolar AS, atau turun 0,85 persen.

Permata Bank: Ada Peluang Penurunan di Desember 2025

Department Head of Macroeconomic and Financial Market Research Permata Bank, Faisal Rachman, juga melihat BI cenderung menahan suku bunga pada November ini di tengah tingginya ketidakpastian global. Meski begitu, ia menilai ada ruang pemotongan suku bunga sebesar 25 bps pada Desember 2025, jika inflasi, rupiah, dan aliran modal menunjukkan perbaikan.

Menurutnya, sikap The Fed dalam beberapa bulan ke depan akan turut menentukan arah kebijakan BI.

BSI Prediksi BI Justru Turunkan Suku Bunga 25 Bps

Berbeda dengan sebagian besar ekonom, Chief Economist BSI Banjaran Surya Indrastomo memperkirakan BI justru akan memangkas suku bunga menjadi 4,50 persen pada November 2025. Ia menilai kelonggaran kebijakan moneter diperlukan untuk memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi di akhir tahun.

Banjaran menyebut ruang pelonggaran terbuka setelah The Fed menurunkan suku bunga pada Oktober. Namun ia tetap mengingatkan risiko-risiko penting:

  • Pelemahan rupiah dalam beberapa pekan terakhir
  • Arus keluar SBN mencapai Rp9,6 triliun sejak 1–13 November
  • Kenaikan inflasi Oktober menjadi 2,86 persen (yoy)

Kondisi tersebut membuat pelonggaran kebijakan moneter berpotensi lebih terbatas ke depan.

Dikutip dari antaranews.com