Menko PMK Soroti Dominasi Penyakit Tidak Menular dalam Beban Kesehatan
1 min read

Menko PMK Soroti Dominasi Penyakit Tidak Menular dalam Beban Kesehatan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan penyakit tidak menular masih mendominasi beban kesehatan nasional dan menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Stroke, penyakit jantung iskemik, diabetes melitus, sirosis hati, dan penyakit jantung hipertensi saat ini mendominasi beban penyakit kita. Penyakit-penyakit ini berakar dari faktor risiko yang bisa dicegah, seperti hipertensi, merokok, pola makan tidak sehat, gula darah tinggi, dan obesitas,” kata Pratikno dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (13/12/2025).

Menurut Pratikno, selama kebijakan kesehatan masih berfokus pada pengobatan tanpa penguatan upaya pencegahan, tekanan terhadap JKN akan terus berlanjut. Ia menekankan pentingnya pendekatan hulu dengan menekan faktor risiko agar jumlah penderita penyakit tidak menular tidak terus bertambah.

“Selama kita hanya memadamkan api di hilir melalui pengobatan, tanpa menutup keran di hulu lewat pencegahan, maka JKN akan terus terancam. Kita harus sungguh-sungguh mencegah bertambahnya penyakit-penyakit yang sebenarnya bisa dicegah,” ujar Pratikno.

Sebagai langkah strategis, pemerintah menetapkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat. Selain itu, pembangunan rumah sakit di berbagai daerah juga menjadi prioritas untuk memperkuat layanan kesehatan yang merata di seluruh Indonesia.

“Program pemeriksaan kesehatan gratis dan pembangunan rumah sakit daerah yang merata di seluruh Indonesia harus menjadi prioritas,” kata Pratikno.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa arah pembangunan kesehatan nasional difokuskan pada upaya menjaga masyarakat tetap sehat. Sejak 2018 hingga 2022, Kementerian Kesehatan mendorong perubahan orientasi sistem kesehatan dari pengobatan menuju pencegahan.

“Mengurus orang agar tetap sehat jauh lebih penting dan membutuhkan perhatian serta anggaran lebih besar dibandingkan hanya mengobati orang saat sudah sakit. Karena ketika sakit, itu sudah terlambat dan biayanya sangat mahal,” ujar Menkes Budi.

Pemerintah berharap penguatan pencegahan, deteksi dini, dan pemerataan fasilitas kesehatan dapat menekan laju penyakit tidak menular sekaligus menjaga keberlanjutan pembiayaan JKN.

Dikutip dari RRI.co.id