Mitigasi Cuaca Ekstrem Jadi Fokus Menko PMK Jelang Nataru
2 mins read

Mitigasi Cuaca Ekstrem Jadi Fokus Menko PMK Jelang Nataru

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan pentingnya upaya mitigasi terhadap dampak cuaca ekstrem selama periode libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Langkah antisipasi tersebut menjadi prioritas pemerintah guna menjamin keselamatan masyarakat di tengah tingginya intensitas hujan.

Pratikno mengatakan, mitigasi cuaca menjadi fokus utama pemerintah dalam mengamankan rangkaian kegiatan Nataru. Kondisi cuaca basah yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dinilai berpotensi memicu bencana hidrometeorologi jika tidak diantisipasi secara maksimal.

“Semua disiapkan secara matang, termasuk mengantisipasi cuaca. Seperti yang kita tahu, kita sedang menghadapi cuaca yang basah luar biasa,” ujar Pratikno dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah mengonsolidasikan kesiapan lintas kementerian dan lembaga menjelang Nataru. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan langkah antisipasi berjalan optimal apabila kondisi cuaca memburuk.

“Tadi kita sudah menyaksikan bahwa kesiapan semua kementerian dan lembaga sangat tinggi, baik dari sisi TNI, Polri, Basarnas, maupun seluruh jajaran kementerian,” ucap Pratikno.

Pratikno memastikan seluruh personel dan infrastruktur pendukung telah disiagakan guna meminimalkan risiko selama masa libur panjang. Dengan kesiapan tersebut, masyarakat diharapkan tetap dapat melakukan perjalanan mudik dan balik, serta aktivitas lainnya dengan aman dan nyaman.

“Kita tetap mengantisipasi segala hal yang tidak kita inginkan. Itu pun kita sudah siap,” katanya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan kesiapan Polri dalam mengamankan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama Nataru, mulai dari ibadah keagamaan hingga aktivitas wisata dan perayaan akhir tahun.

“Ada kegiatan ibadah ke gereja, baik di malam Natal maupun nanti di Tahun Baru. Kemudian juga ada kegiatan masyarakat lainnya di akhir tahun, baik kunjungan wisata, doa akhir tahun, maupun kegiatan lain,” ujar Listyo.

Kapolri juga menekankan bahwa pengamanan Nataru dibarengi dengan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seiring peringatan cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pengalaman bencana akibat siklon tropis di masa lalu menjadi pelajaran penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan.

“Berdasarkan informasi dari BMKG, wilayah Banten masuk dalam kriteria curah hujan tinggi. Sehingga kita harus mengantisipasi potensi bencana,” kata Listyo.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memperhatikan informasi cuaca selama menjalani aktivitas libur Natal dan Tahun Baru.

Dikutip dari RRI.co.id