Pasar Saham Menguat, IHSG Dibuka Naik ke 8.533
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Rabu (26/11/2025) dengan penguatan tipis setelah sempat melemah pada penutupan sebelumnya. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,14 persen ke level 8.533,88 pada awal sesi.
Sehari sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,56 persen atau 48,36 poin ke posisi 8.521,89. Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menilai koreksi tersebut merupakan hal wajar.
“Pelemahan ini wajar setelah kenaikan signifikan sehari sebelumnya,” ujarnya.
Dampak Rebalancing MSCI
Rully menjelaskan bahwa tekanan pada IHSG kemarin dipicu oleh proses rebalancing indeks MSCI, yang secara historis memang sering menimbulkan volatilitas jangka pendek.
“Untuk mendorong IHSG kembali melanjutkan penguatan dibutuhkan sentimen positif lanjutan,” tutur Rully.
Menurutnya, perkembangan dari proses rebalancing tersebut sebenarnya telah banyak diantisipasi pasar dalam beberapa hari terakhir, termasuk ekspektasi perbaikan ekonomi pada triwulan IV 2025.
Ia menilai efek rebalancing MSCI cenderung bersifat jangka pendek, kecuali ada dukungan kuat dari sentimen ekonomi makro.
“Sepanjang November, IHSG menjadi salah satu indeks saham yang memiliki kinerja terbaik dibanding indeks saham global lainnya,” kata Rully.
Pasar Menanti Pelonggaran Kebijakan Moneter BI
Ke depan, sentimen yang dinantikan pasar adalah kemungkinan Bank Indonesia melakukan pelonggaran kebijakan moneter, termasuk pemangkasan suku bunga acuan. Namun, Rully menilai BI masih berhati-hati.
“BI masih fokus pada stabilitas jangka pendek, mempertimbangkan volatilitas rupiah yang masih tinggi meski dalam beberapa hari terakhir mulai terapresiasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pasar masih membutuhkan spread imbal hasil obligasi pemerintah yang menarik, sehingga BI rate diperkirakan tidak akan diturunkan hingga akhir 2025.
Level Kritis IHSG: 8.408
Tim Analis Mirae Asset Sekuritas menyebut IHSG secara teknikal masih berada dalam tren naik. Namun, terdapat risiko pembalikan arah.
“Kombinasi harga, volume, dan indikator menunjukkan IHSG masih dalam tren naik, tetapi rawan berbalik melemah jika tetap bertahan di atas 8.408 sebagai level kritisnya,” demikian analisis mereka.
Dikutip dari RRI.co.id
