Peluncuran Smartphone AI dari Pemilik TikTok Sambut Animo Besar Konsumen China
2 mins read

Peluncuran Smartphone AI dari Pemilik TikTok Sambut Animo Besar Konsumen China

Smartphone AI hasil kolaborasi ByteDance dan ZTE mencuri perhatian pasar China setelah perangkat tersebut ludes terjual pada hari pertama peluncurannya. Antusiasme konsumen dipicu oleh kehadiran asisten AI interaktif Doubao yang terintegrasi langsung pada sistem operasi ponsel.

ZTE Nubia M153 merupakan prototipe teknik yang hanya tersedia melalui pemesanan online. Ponsel pintar ini mampu menjalankan berbagai tugas melalui perintah suara, seperti memesan restoran, mengedit foto, hingga membantu proses belanja online. Kolaborasi ini menjadi bukti keunggulan China dalam mengintegrasikan teknologi AI ke perangkat konsumen.

Dikutip dari SCMP, ByteDance dan ZTE tidak mengungkap jumlah unit yang dijual. Namun, perangkat yang dibanderol 3.499 yuan atau sekitar Rp8,2 juta itu langsung habis terjual pada Senin (1/12) malam. Keterbatasan stok memicu lonjakan harga di pasar ponsel bekas. Di platform Xianyu milik Alibaba, harganya naik hingga 4.999 yuan, atau sekitar 43 persen lebih tinggi dari harga asli.

Keberhasilan ini juga menjadi momen penting bagi strategi pemasaran smartphone di China, karena perangkat lunak berbasis AI menjadi daya tarik utama, bukan lagi spesifikasi hardware seperti kebanyakan ponsel lainnya.

Meski demikian, analis menilai perjalanan ByteDance dalam pasar perangkat keras tidak akan mudah. Morgan Stanley menyebut prospek asisten AI ByteDance masih menantang karena integrasi di tingkat sistem operasi dapat mengurangi daya tawar produsen perangkat asli (OEM).

Manajer Riset IDC China, Guo Tianxiang, memperkirakan bahwa ByteDance akan kesulitan bekerja sama dengan produsen besar seperti Apple, Huawei, atau Xiaomi. Menurutnya, perusahaan tersebut kemungkinan hanya dapat menjalin kolaborasi dengan produsen yang lebih kecil.

ZTE Nubia sendiri bukan merek populer di pasar lokal dan belum pernah masuk daftar lima besar penjualan smartphone di China. Namun, peluncuran ini menunjukkan upaya ByteDance untuk memperluas pengaruhnya di ekosistem perangkat cerdas.

Dalam demonstrasi video yang dirilis ByteDance, Doubao memperlihatkan kemampuan menceritakan narasi dari gambar, menghapus objek yang tak diinginkan dalam foto, hingga mencari harga termurah sebuah barang dan melakukan pembelian berdasarkan persetujuan pengguna.

Dikutip dari cnnindonesia.com