Penanaman 49.280 Bibit Pohon di Bengkulu Didorong untuk Konservasi Jangka Panjang
2 mins read

Penanaman 49.280 Bibit Pohon di Bengkulu Didorong untuk Konservasi Jangka Panjang

Pemerintah Provinsi Bengkulu melakukan penanaman sebanyak 49.280 bibit pohon sebagai upaya menjadikan Provinsi Bengkulu, yang dikenal dengan julukan Bumi Merah Putih, sebagai wilayah dengan fokus konservasi berkelanjutan.

“Harapan kita, Bengkulu benar-benar menjadi wilayah konservasi,” kata Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Bengkulu, Selasa.

Kegiatan penanaman pohon tersebut dipusatkan di bantaran Sungai Lemau, Kabupaten Bengkulu Tengah, dan dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah di Provinsi Bengkulu.

Selain melakukan penanaman bibit pohon, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga meminta pihak perusahaan, yakni PT Bio Bengkulu Tengah, untuk mulai menebangi tanaman kelapa sawit yang berada di sekitar bantaran sungai.

“Jadi, area bantaran sungai hingga radius 50 meter ke arah jalan tidak boleh ditanami sawit. Kita sudah sepakat, kecuali tanaman seperti bambu yang justru dianjurkan. Alhamdulillah, PT Bio sudah menyetujui hal ini,” ujar Helmi Hasan.

Menurut Helmi, gerakan penanaman pohon ini menjadi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk para bupati, wali kota, serta pihak perusahaan perkebunan, pertambangan, dan perusahaan lain yang menggunakan wilayah dalam skala luas.

Gerakan Serentak Konservasi Hutan Bengkulu
Gerakan penanaman 49.280 bibit pohon dilakukan secara serentak di Provinsi Bengkulu sebagai bagian dari strategi jangka panjang menjadikan Bengkulu sebagai wilayah konservasi hutan yang berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelestarian kawasan hutan dan daerah aliran sungai.

Ajak Masyarakat Awasi Kawasan Hutan
Gubernur Helmi Hasan juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan kawasan hutan dan daerah aliran sungai. Ia meminta warga melaporkan jika menemukan lahan hutan atau DAS yang ditanami kelapa sawit.

“Nanti kita minta setiap minggu Wakil Gubernur ikut mengamati langsung ke lapangan agar tidak ada daerah yang tidak direklamasi. Kami membuka laporan dari masyarakat, LSM, dan mahasiswa. Informasi bisa disampaikan langsung kepada saya melalui media sosial atau laporan langsung jika ada penebangan hutan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh gerakan penanaman pohon tersebut dengan melakukan pengawasan rutin di lapangan.

“Kami akan terus melakukan pengawasan secara berkala di lapangan dan berupaya memastikan bibit pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik,” ujar Rachmat.

Dikutip dari antaranews.com