Penguatan Dolar AS Picu Pelemahan Euro dan Pound Sterling
1 min read

Penguatan Dolar AS Picu Pelemahan Euro dan Pound Sterling

Dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap mata uang utama dunia pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), sementara euro tertekan setelah data inflasi Eropa menunjukkan pelemahan. Indeks dolar, yang mengukur nilai dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,32 persen menjadi 98,579, mencerminkan momentum positif mata uang Paman Sam. Investor tetap waspada terhadap data ekonomi mendatang yang dapat memberikan pandangan lebih jelas tentang arah kebijakan moneter AS.

Pergerakan Mata Uang Utama terhadap Dolar AS
Pada penutupan perdagangan di New York:

  • Euro turun ke USD1,1690 dari USD1,1727.
  • Pound sterling Inggris turun ke USD1,3502 dari USD1,3543.
  • Dolar AS diperdagangkan pada 156,63 yen Jepang.
  • Dolar AS menguat menjadi 0,7954 franc Swiss.
  • Dolar Kanada, krona Swedia, dan mata uang lainnya juga menunjukkan penguatan terhadap beberapa rivalnya.

Pergerakan ini menunjukkan sentimen pasar terhadap dolar yang relatif kuat meskipun beberapa mata uang regional mengalami tekanan.

Dampak Penangkapan Maduro terhadap Pasar Mata Uang
Dampak penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS yang mengejutkan akhir pekan lalu hanya bersifat jangka pendek pada sebagian besar kelas aset dan mata uang, termasuk dolar dan euro. Sentimen geopolitik sempat memengaruhi pasar, tetapi efeknya cepat mereda saat investor kembali fokus pada data ekonomi dan prospek kebijakan moneter.

Komentar Pejabat Federal Reserve tentang Suku Bunga
Pasar valuta juga mencermati pernyataan para pejabat Federal Reserve tentang arah suku bunga tahun ini. Presiden Richmond Fed, Tom Barkin, menekankan perlunya penyesuaian suku bunga yang cermat berdasarkan data ekonomi yang masuk, terutama terkait risiko terhadap target inflasi dan pengangguran. Sementara itu, beberapa pejabat lain seperti Gubernur Fed Stephen Miran menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga mungkin diperlukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Ketidakpastian arah kebijakan moneter ini turut memengaruhi pergerakan dolar AS di pasar global.

Dikutip dari metrotvnews.com