Pergerakan Bursa AS: Dow Jones Tekan Pasar, Nasdaq Tumbuh Tipis
Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street mencatat kinerja beragam pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah data menunjukkan penurunan lowongan pekerjaan yang lebih tajam dari perkiraan pada November 2025, mengisyaratkan pendinginan bertahap permintaan tenaga kerja.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,94 persen ke 48.996,08, sementara S&P 500 melemah 0,34 persen ke 6.920,93. Di sisi lain, indeks Nasdaq Composite justru naik tipis 0,16 persen menjadi 23.584,28, didorong oleh penguatan saham teknologi.
Sebagian besar sektor utama di S&P 500 berakhir di zona merah, terutama utilitas dan industri yang memimpin penurunan. Namun sektor perawatan kesehatan dan layanan komunikasi menunjukkan performa relatif lebih baik dengan kenaikan masing‑masing lebih dari 1 persen.
Laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) menunjukkan lowongan kerja di AS turun menjadi sekitar 7,15 juta pada November, level terendah lebih dari satu tahun dan jauh di bawah ekspektasi ekonom. Surat kabar melaporkan bahwa perekrutan swasta juga melambat, mencerminkan pasar tenaga kerja yang tidak terlalu dinamis.
Saham terkait energi menghadapi tekanan karena penurunan harga minyak dan kebijakan yang memengaruhi pasokan global. Di sisi lain, saham sektor semikonduktor menunjukkan gejala beragam, dengan beberapa nama utama tetap menahan tren positif sekalipun indeks yang lebih luas turun.
Pergerakan pasar kini cenderung dipengaruhi oleh kombinasi data ekonomi makro, termasuk laporan ketenagakerjaan bulan berikutnya (nonfarm payrolls) yang akan dirilis Jumat ini, serta sentimen global terhadap isu geopolitik dan laju pertumbuhan sektor teknologi.
Dikutip dari metrotvnews.com
