Politik Anak Muda: Strategi dan Hambatan Menuju Parlemen
1 min read

Politik Anak Muda: Strategi dan Hambatan Menuju Parlemen

Gerakan politik anak muda di Indonesia saat ini berada di persimpangan antara energi pembaruan dan menjadi ornamen elite lama. Anak muda membawa imajinasi politik yang cair, dekat dengan isu masa depan seperti iklim, kesehatan mental, ekonomi digital, dan transparansi. Namun, ketika masuk dunia politik nyata, semangat itu kerap tak sebanding dengan peluang kemenangan.

Politik bukan hanya soal ide atau kejujuran, tetapi juga jaringan, orang lapangan, dan biaya besar. Media sosial memang bisa viral dan ramai, tetapi memenangkan pemilu membutuhkan saksi di lebih dari 800.000 TPS, pelatihan, transportasi, kantor partai, konsolidasi daerah, hingga mobilisasi massa. Anak muda yang baru bekerja atau belum punya aset besar kerap tak memiliki kapasitas finansial untuk bersaing.

Akibatnya, partai politik anak muda sering bergantung pada modal dari pihak eksternal. Namun, investor politik cenderung berhitung: jika peluang menang kecil, mereka enggan berinvestasi. Dengan kata lain, semangat dan gagasan bagus di ruang digital belum tentu diterjemahkan menjadi kemenangan politik di lapangan.

Dikutip dari kompas.com