Ribuan Hektare Sawah di Sumbar Alami Gagal Panen Akibat Dampak Bencana
1 min read

Ribuan Hektare Sawah di Sumbar Alami Gagal Panen Akibat Dampak Bencana

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mencatat kerugian besar di sektor pertanian akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025. Total 1.341 hektare sawah masyarakat mengalami puso atau gagal panen.

“Dari 4.500 ha sawah yang terkena banjir dan longsor di Sumbar, sebanyak 1.341 ha di antaranya mengalami puso atau gagal panen,” kata Koordinator Bagian Dampak Perubahan Iklim UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumbar, Mufridawati, dikutip dari Antara, Rabu (10/12/2025).

Bencana tersebut melanda 16 kabupaten dan kota. Kerusakan terparah dialami Kabupaten Padang Pariaman, disusul Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Solok, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Padang. Selain padi, lahan jagung, sayuran, serta buah-buahan turut terdampak.

“Sejak 1 Desember 2025, tim sudah diturunkan untuk mendata lahan pertanian yang rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor,” ujar Mufridawati.

Ia menjelaskan, pendataan dilakukan untuk memastikan petani terdampak mendapatkan kompensasi yang layak. “Dari BPTPH Dinas Perkebunan mendata berapa luas tanaman yang terdampak, ini kita laporkan dan laporan inilah nanti yang diharapkan ada kompensasi untuk petani,” tambahnya.

Meski begitu, masih terdapat tiga daerah yang belum tersentuh pendataan karena akses jalan terputus, yakni Malalak di Kabupaten Agam, Tinggam di Kabupaten Pasaman Barat, dan Gunung Omeh di Kabupaten Limapuluh Kota. Petugas diberi waktu hingga pekan ketiga Desember untuk menuntaskan pendataan.

Dikutip dari metrotvnews.com