Rupiah Menguat, Sentimen Positif Didukung Rebound IKK dan Ekspektasi The Fed
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Senin sore menguat sebesar 36 poin atau 0,22 persen menjadi Rp16.654 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.690 per dolar AS.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyatakan penguatan kurs rupiah dipengaruhi kenaikan tajam Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Oktober 2025, yang melonjak menjadi 121,2 dari sebelumnya 115. “Rebound optimisme masyarakat ini menunjukkan kepercayaan terhadap prospek perekonomian nasional meningkat signifikan,” ujarnya.
Faktor Penguatan Rupiah
- Indeks Kondisi Ekonomi (IKE): naik dari 102,7 menjadi 109,1, mencerminkan persepsi masyarakat terhadap penghasilan dan lapangan kerja yang membaik.
- Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK): melonjak dari 127,2 menjadi 133,4, menandakan optimisme terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan.
- Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed: spekulasi pemangkasan 25 basis poin pada Desember 2025 memperkuat aliran modal masuk ke rupiah.
- Akhirnya shutdown pemerintah AS: pemungutan suara Senat AS untuk melanjutkan RUU Pendanaan menenangkan pasar global.
Selain itu, kurs JISDOR Bank Indonesia juga menguat menjadi Rp16.666 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.704 per dolar AS, mencerminkan tren positif penguatan rupiah di pasar domestik.
Penguatan rupiah ini diprediksi akan mendorong konsumsi rumah tangga, yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025.Dikutip dari antaranews.com
