Tes Urine Dilakukan Usai Kecelakaan Maut Bus di Semarang
1 min read

Tes Urine Dilakukan Usai Kecelakaan Maut Bus di Semarang

Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, melibatkan sebuah bus antar kota yang terguling dan menyebabkan belasan korban jiwa. Kepolisian memastikan pengemudi bus tidak berada di bawah pengaruh narkotika saat kejadian.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol M. Syahduddi, mengatakan pihaknya telah melakukan tes urine terhadap sopir bus tersebut melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah. Pemeriksaan dilakukan menggunakan enam parameter untuk mendeteksi adanya zat narkotika.

“Kita sudah melakukan tes urine dari Biddokkes Polda Jawa Tengah, kita menguji di enam parameter,” ujar Kombes Pol M. Syahduddi, dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Senin, 22 Desember 2025.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sopir bus dinyatakan negatif narkotika. Dengan demikian, polisi saat ini mendalami faktor lain yang diduga menjadi penyebab kecelakaan, mulai dari kondisi kendaraan, kondisi fisik dan psikologis pengemudi, situasi dan kontur jalan, hingga faktor teknis lainnya.

Penyelidikan secara menyeluruh masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab utama kecelakaan maut tersebut. Dalam insiden ini, tercatat sebanyak 16 orang meninggal dunia, sementara 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan tengah menjalani perawatan medis.

Dikutip dari metrotvnews.com