Wamendagri Bima Arya: Inovasi Kepala Daerah Harus Memberi Solusi, Bukan Sekadar Gimmick
2 mins read

Wamendagri Bima Arya: Inovasi Kepala Daerah Harus Memberi Solusi, Bukan Sekadar Gimmick

Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa inovasi dalam pemerintahan tidak boleh hanya sekadar pencitraan atau gimmick. Menurutnya, inovasi harus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat dan memiliki nilai tambah yang jelas.

“Sayang sekali kalau inovasi itu hanya gimmick, hanya untuk prestise atau popularitas kepala daerah. Kalau tidak ada solusinya, itu bukan inovasi,” ujar Bima saat membuka Presentasi Kepala Daerah Tahun 2025 di Kantor Kemendagri, Rabu (5/11/2025).

Inovasi Harus Berdampak Nyata

Bima menekankan bahwa ciri inovasi sejati adalah memberikan efisiensi, efektivitas, dan kenyamanan bagi penerima manfaat. Ia menambahkan, inovasi yang berorientasi pada penghargaan atau penghargaan semata tidak akan bertahan lama.

“Inovasi bukan hanya pertarungan untuk mendapatkan award atau insentif. Inovasi harus bertumpu pada ekosistem,” tambahnya.

Lima Pilar Ekosistem Inovasi

Wamendagri menjelaskan bahwa ekosistem inovasi yang ideal dibangun dari lima pilar utama: riset, regulasi, kelembagaan, aktor, dan pendanaan. Tanpa riset yang serius, inovasi akan sulit memberi dampak jangka panjang. Regulasi yang kuat juga penting agar inovasi melembaga dan terintegrasi dalam program pemerintahan.

Selain itu, peran aktor non-pemerintah seperti perguruan tinggi, komunitas, dan sektor swasta sangat penting dalam memperkuat ekosistem inovasi daerah.

Kepala Daerah dan Political Will

Bima menegaskan, kehadiran kepala daerah dalam presentasi inovasi menunjukkan komitmen politik dan integrasi inovasi dengan kebijakan daerah. Ia memberi apresiasi kepada kepala daerah seperti Gubernur Sumatera Barat yang hadir langsung sebagai bentuk dukungan nyata terhadap inovasi berbasis solusi.

“Ini adalah simbol bahwa inovasi yang ditawarkan akan menjadi bagian terintegrasi dari kebijakan secara keseluruhan,” katanya.

Transformasi Birokrasi melalui Inovasi

Menurut Bima, membangun ekosistem inovasi tidak bisa instan. Diperlukan kepemimpinan yang efektif, kolaboratif, dan visioner agar inovasi menjadi budaya birokrasi. Ia mengajak seluruh kepala daerah dan ASN menumbuhkan semangat perubahan dan dedikasi pada kepentingan publik.

“Sistem ekosistem inovasi ini bertujuan mencetak birokrasi yang pelayanan-orientasi, inovatif, dan adaptif terhadap tantangan zaman,” tutup Bima. Dikutip dari antaranews.com