Won Korea Selatan Catat Penguatan di Tengah Stabilitas Dolar AS
Sebagian besar pasangan mata uang utama bergerak terbatas pada perdagangan Senin, 29 Desember 2025. Kondisi perdagangan akhir tahun yang cenderung tipis membuat volume transaksi tetap rendah, sehingga pergerakan mata uang berlangsung minim. Di tengah situasi tersebut, won Korea Selatan melanjutkan penguatan signifikan setelah adanya langkah pemerintah untuk menopang mata uang tersebut.
Mengutip Investing.com, Selasa (30/12/2025), Indeks Dolar AS yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama tercatat relatif datar sepanjang perdagangan.
Pelaku pasar saat ini masih mencermati prospek kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve. Mata uang utama mendapat dukungan mendasar dari ekspektasi bahwa The Fed akan melanjutkan pelonggaran kebijakan pada 2026, menyusul pemangkasan suku bunga terbaru.
Taruhan terhadap pemotongan suku bunga lanjutan telah menekan dolar AS dalam beberapa pekan terakhir seiring menyempitnya selisih suku bunga. Kondisi tersebut memberikan dorongan terbatas bagi pasar negara berkembang dan mata uang Asia yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Investor juga memperkirakan pemangkasan tambahan akan terjadi seiring perlambatan pertumbuhan ekonomi dan meredanya tekanan inflasi.
Dalam perdagangan tersebut, pasangan mata uang dolar AS terhadap yen Jepang (USD/JPY) tercatat turun 0,2 persen. Sementara itu, pasangan euro terhadap dolar AS (EUR/USD) menguat tipis sebesar 0,1 persen.
Sementara itu, won Korea Selatan mencatatkan kinerja menonjol dengan melanjutkan reli yang dimulai sejak pekan lalu. Penguatan tersebut didorong oleh komitmen pemerintah Korea Selatan untuk menstabilkan mata uang dan menekan volatilitas berlebihan.
Pasangan dolar AS terhadap won Korea Selatan (USD/KRW) terakhir diperdagangkan melemah sekitar 0,5 persen, mendekati level terendah dalam dua bulan. Sepanjang pekan lalu, pasangan ini tercatat turun sekitar 2,5 persen.
Pemerintah Korea Selatan mengisyaratkan tekad kuat untuk melawan gejolak nilai tukar yang berlebihan, sehingga meningkatkan kepercayaan pasar setelah won sempat berada di bawah tekanan pada awal tahun ini. Selain itu, laporan media menyebut Dana Pensiun Nasional Korea Selatan telah memulai putaran baru operasi lindung nilai valuta asing strategis, yang turut mendukung penguatan won.
Dikutip dari metrotvnews.com
