Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Steinmeier Bahas Penguatan Hubungan Bilateral
1 min read

Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Steinmeier Bahas Penguatan Hubungan Bilateral

Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026). Kedua pemimpin negara menggelar pertemuan empat mata yang berlangsung secara tertutup untuk membahas berbagai isu strategis bilateral.

Sebelum pertemuan berlangsung, Presiden Prabowo menyambut Presiden Steinmeier melalui upacara kenegaraan yang digelar di halaman Istana Merdeka. Lagu kebangsaan kedua negara dikumandangkan dan diiringi dentuman meriam sebanyak 21 kali sebagai bentuk penghormatan kepada kepala negara tamu.

Usai upacara penyambutan, Presiden Steinmeier dipersilakan memasuki Istana Negara untuk mengisi buku tamu kenegaraan dan melakukan sesi foto bersama dengan Presiden Prabowo.

Kedua kepala negara kemudian melanjutkan agenda dengan menggelar pertemuan tête-à-tête atau pertemuan empat mata di ruang kerja Presiden Prabowo. Dalam suasana yang hangat, keduanya terlihat duduk berdampingan dan berbincang mengenai berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan kemitraan strategis antara Indonesia dan Jerman yang selama ini telah terjalin erat di berbagai sektor.

Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, kedua negara menekankan komitmen untuk memperluas kerja sama di sejumlah bidang strategis, termasuk bisnis, energi, iklim, perekrutan tenaga kerja terampil, serta kebudayaan.

Selain itu, Indonesia dan Jerman juga menegaskan kesamaan pandangan terkait pentingnya demokrasi, tatanan internasional berbasis aturan, serta penguatan kerja sama multilateral di kawasan Indo-Pasifik.

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungannya di Indonesia, Presiden Steinmeier juga dijadwalkan mengikuti diskusi bersama sejumlah pakar dari lembaga kajian lokal. Forum tersebut akan membahas peran negara-negara kekuatan menengah serta posisi Jerman dalam menghadapi dinamika tatanan global yang terus berkembang.

Kunjungan Presiden Steinmeier ke Indonesia dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara sekaligus membuka peluang kerja sama baru di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik global.