Ekonomi Kemarin: Kinerja Komoditas Durian RI hingga Perkembangan ULN Triwulan III 2025
Berbagai peristiwa penting di bidang ekonomi yang terjadi pada Senin kemarin masih relevan untuk diperhatikan kembali pada pagi ini. Mulai dari perkembangan komoditas unggulan Indonesia hingga kebijakan strategis pemerintah dan kondisi makroekonomi nasional.
Durian Indonesia Muncul sebagai Kekuatan Baru Industri Global
Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) menyampaikan bahwa durian Indonesia mulai menjadi kekuatan baru dalam industri global. Hal ini ditandai dengan meningkatnya permintaan dunia serta penguatan kerja sama internasional.
Indonesia telah menandatangani protokol ekspor durian beku dengan General Administration of Customs of China (GACC) pada 25 Mei 2025. Kini, delapan perusahaan dalam negeri telah lolos verifikasi untuk mengekspor durian beku ke pasar Tiongkok.
Pemerintah Siapkan Perpres untuk Pertamina Beli Energi dari AS Tanpa Lelang
Pemerintah tengah merumuskan Peraturan Presiden (Perpres) yang memungkinkan Pertamina membeli energi dari perusahaan Amerika Serikat tanpa melalui proses bidding. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kebijakan ini merupakan bagian dari kesepakatan tarif resiprokal antara kedua negara.
Pertamina Blokir 394 Ribu Nomor Kendaraan Pelanggar BBM Subsidi
Pertamina Patra Niaga memblokir 394 ribu nomor kendaraan yang teridentifikasi melakukan kecurangan dalam pembelian BBM subsidi. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan dan memastikan penyaluran subsidi tepat sasaran.
Direktur Utama Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan pemblokiran tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi penyalahgunaan BBM bersubsidi di SPBU.
Mulai 2026, Pengajuan KUR Tidak Lagi Dibatasi dengan Bunga Flat 6%
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengumumkan bahwa mulai 2026 pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tidak lagi dibatasi jumlah pengambilannya. Debitur dapat mengakses KUR berulang kali hingga usahanya benar-benar kuat, dengan bunga flat 6% per tahun.
Selama ini, pengajuan KUR dibatasi empat kali untuk sektor produksi dan dua kali untuk sektor perdagangan.
Utang Luar Negeri Indonesia Turun Menjadi 424,4 Miliar Dolar AS
Bank Indonesia melaporkan bahwa posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan III 2025 turun menjadi 424,4 miliar dolar AS, dari sebelumnya 432,3 miliar dolar AS pada triwulan II.
Secara tahunan, ULN terkontraksi 0,6 persen (yoy), dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan ULN sektor publik serta kontraksi ULN sektor swasta.
Dikutip dari antaranews.com
