Perdagangan Dibuka, IHSG Berada di Level 4.961
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat pada perdagangan Senin (19/10/2026). IHSG dibuka di zona merah pada level 4.961,875 atau melemah 223,23 poin setara 4,31 persen.
Tekanan juga terjadi pada kelompok 45 saham unggulan. Indeks LQ45 turun 28,06 poin atau 5,52 persen ke posisi 480,50.
Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.35 WIB, IHSG semakin tertekan dengan penurunan 265,321 poin atau 5,12 persen ke level 4.919,784.
Pada perdagangan pagi tersebut, IHSG sempat berada di level tertinggi 4.974 dan terendah 4.907.
735 Saham Melemah
Tekanan terjadi pada mayoritas saham yang diperdagangkan. Sebanyak 35 saham tercatat menguat, sedangkan 735 saham lainnya melemah dan 21 saham stagnan.
Total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.35 WIB mencapai Rp6,376 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 11,563 miliar saham.
Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp8.732,553 triliun.
IHSG Dibayangi Kekhawatiran Status Pasar Indonesia
Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan IHSG masih berpotensi bergerak volatil dengan kecenderungan melemah.
Pada perdagangan Jumat (16/10/2026), IHSG sebelumnya telah ditutup anjlok 678,68 poin atau 11,57 persen ke level 5.185,10.
Pelemahan signifikan tersebut dipicu kekhawatiran investor setelah MSCI membuka konsultasi terkait kemungkinan penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Isu tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa saham Indonesia akan kehilangan daya tarik bagi investor global. Kondisi itu kemudian memicu aksi jual besar-besaran serta meningkatkan risiko keluarnya dana asing.
Tekanan terhadap pasar saham juga diperparah oleh pelemahan rupiah yang menembus level Rp18.000 per dolar AS.
Wall Street Ikut Melemah
Sentimen negatif juga datang dari bursa Amerika Serikat. Pada akhir pekan lalu, Wall Street ditutup melemah.
Dow Jones turun 0,34 persen, S&P 500 merosot 1,09 persen, sedangkan Nasdaq anjlok 2,14 persen.
Pelemahan tersebut dipicu aksi jual berkelanjutan pada saham semikonduktor serta meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek bisnis infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Saham teknologi turut tertekan setelah pendapatan Anthropic dinilai belum cukup kuat untuk menopang besarnya investasi AI. Kondisi itu memunculkan keraguan terhadap potensi keuntungan sektor tersebut.
Kekhawatiran semakin meningkat dengan adanya risiko kredit pada perusahaan infrastruktur AI seperti CoreWeave yang memiliki beban utang besar, terutama di tengah kenaikan inflasi konsumen dan harga produsen di Amerika Serikat.
IHSG Masih Berpeluang Technical Rebound
FAC Sekuritas memperkirakan IHSG masih akan bergerak volatil dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG diproyeksikan masih bergerak volatil dengan kecenderungan melemah seiring berlanjutnya kekhawatiran investor terhadap potensi penurunan status pasar saham Indonesia oleh MSCI dan tekanan nilai tukar rupiah. Meski demikian, peluang technical rebound tetap terbuka setelah koreksi tajam sebesar 11,57 persen pada perdagangan Jumat lalu,” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.
