Golkar Fokus pada Padat Karya untuk Meningkatkan Kesejahteraan Warga Pascabencana
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji, mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan program padat karya bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurut Sarmuji, bantuan pascabencana tidak cukup hanya berupa logistik dan tanggap darurat. Pemerintah perlu memastikan masyarakat terdampak memiliki sumber penghasilan agar dapat bangkit secara mandiri, salah satunya melalui keterlibatan dalam program padat karya yang langsung menyentuh pemulihan lingkungan.
“Masyarakat terdampak bencana perlu diberikan upah untuk memperbaiki lingkungannya sendiri. Dengan begitu, rakyat tidak hanya terbantu secara fisik, tetapi juga memperoleh penghasilan pascabencana,” kata Sarmuji dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Program padat karya, menurut legislator dari Jawa Timur itu, dapat diarahkan pada kegiatan pembersihan puing, perbaikan fasilitas umum, normalisasi saluran air, hingga rehabilitasi lingkungan permukiman. Selain mempercepat pemulihan wilayah terdampak, skema ini juga menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi sulit.
Fraksi Partai Golkar menilai pendekatan ini sejalan dengan prinsip gotong royong dan keadilan sosial. “Padat karya pascabencana adalah solusi yang manusiawi dan produktif. Rakyat diberdayakan, bukan sekadar menunggu bantuan. Ini penting untuk memulihkan martabat dan kepercayaan diri masyarakat terdampak,” ujar Sarmuji.
Ia berharap pemerintah pusat dan daerah dapat berkoordinasi cepat untuk mengalokasikan anggaran dan merancang program padat karya yang fleksibel sesuai kebutuhan lokal di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Dengan langkah ini, pemulihan pascabencana diharapkan berjalan lebih cepat, inklusif, dan berkelanjutan,” tutupnya.
Dikutip dari antaranews.com
