Situasi Venezuela, DPR Tekankan Pentingnya Komunikasi WNI dengan KBRI
1 min read

Situasi Venezuela, DPR Tekankan Pentingnya Komunikasi WNI dengan KBRI

Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela untuk tetap menjaga komunikasi secara intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas. Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya eskalasi politik dan keamanan pascapenangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat.

“WNI diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan menjaga komunikasi dengan KBRI Caracas,” ujar Amelia di Jakarta, Selasa.

Amelia menegaskan bahwa Komisi I DPR RI terus mencermati secara saksama perkembangan situasi di Venezuela yang dinilai berpotensi berdampak pada stabilitas kawasan dan keselamatan warga sipil, termasuk WNI. Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap warga negara Indonesia di luar negeri sebagai bagian dari tanggung jawab negara.

Sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif, Amelia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara serta penyelesaian konflik melalui cara-cara damai. Ia menyampaikan keprihatinan atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, yang dinilai dapat menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional.

Menurutnya, tindakan tersebut berisiko mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, sekaligus melemahkan prinsip kedaulatan negara dan diplomasi internasional. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh pihak untuk mengedepankan langkah-langkah de-eskalasi, menahan diri, serta menempuh jalur dialog sesuai hukum internasional.

Amelia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum humaniter internasional, khususnya dalam memberikan perlindungan kepada warga sipil di tengah konflik.

Sebelumnya, Venezuela menetapkan keadaan darurat nasional setelah terjadi serangan militer Amerika Serikat terhadap sejumlah instalasi sipil dan militer di beberapa negara bagian pada Sabtu (3/1) dini hari. Presiden AS Donald Trump kemudian mengonfirmasi penangkapan Presiden Nicolás Maduro beserta istrinya, yang dibawa ke Amerika Serikat untuk menghadapi dakwaan federal terkait dugaan perdagangan narkoba dan kerja sama dengan organisasi teroris.

Menyusul penangkapan tersebut, Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara.

Dikutip dari antaranews.com