Proyeksi Harga Emas Pekan Depan: Berpotensi Alami Penurunan Tajam
2 mins read

Proyeksi Harga Emas Pekan Depan: Berpotensi Alami Penurunan Tajam

Pergerakan harga emas dunia pada pekan depan diperkirakan akan menghadapi tekanan dalam jangka pendek, dipengaruhi oleh sinyal koreksi teknikal serta faktor fundamental global.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai pasangan XAU/USD pada timeframe H4 menunjukkan potensi pelemahan setelah harga gagal menembus area resistance penting dalam beberapa sesi terakhir.

Secara teknikal, kondisi ini mengindikasikan momentum bullish mulai melemah setelah sebelumnya harga emas mengalami kenaikan signifikan. Koreksi yang terjadi dinilai sebagai bagian dari dinamika pasar yang wajar.

“Dalam situasi seperti ini, pasar cenderung mengalami fase penyesuaian sebelum menentukan arah pergerakan selanjutnya,” ujar Geraldo, Jumat, 17 April 2026.

Dalam proyeksi pekan depan, harga emas diperkirakan berpotensi turun menuju level support terdekat di kisaran USD4.739. Jika tekanan jual berlanjut, harga bisa melemah hingga ke area USD4.702.

Meski demikian, kedua level tersebut juga menjadi area penting yang berpotensi menahan penurunan dan menjadi titik rebound harga. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk mencermati respons harga di level tersebut.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap emas turut dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor global, sehingga permintaan cenderung menurun.

Selain itu, aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan signifikan pada pekan sebelumnya juga menjadi faktor pendorong koreksi harga emas dalam jangka pendek.

Ekspektasi terhadap kebijakan moneter Federal Reserve juga masih menjadi perhatian pasar. Suku bunga yang tetap tinggi dinilai dapat menekan harga emas karena meningkatkan daya tarik instrumen investasi berbasis imbal hasil.

Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memberikan tekanan tambahan terhadap emas, karena meningkatkan biaya peluang bagi investor untuk memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Meskipun demikian, potensi pelemahan ini diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Permintaan emas sebagai aset safe haven masih kuat di tengah ketidakpastian global, termasuk risiko perlambatan ekonomi dan dinamika geopolitik.

Secara keseluruhan, harga emas diproyeksikan mengalami koreksi jangka pendek sebelum kembali melanjutkan tren utama yang cenderung positif, dengan catatan tidak menembus level support kunci secara signifikan.