Kasus Dugaan Pemerasan OPD, Bupati Nonaktif Tulungagung Jadi Sorotan
1 min read

Kasus Dugaan Pemerasan OPD, Bupati Nonaktif Tulungagung Jadi Sorotan

Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Kodam XII/Tanjungpura mengerahkan ratusan personel dalam operasi pencarian dan evakuasi korban helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX yang jatuh di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Jumat, 17 April 2026.

Tim dari Yonif TP 833/BD yang dipimpin Mayor Inf Ikhwan berhasil menemukan titik jatuh helikopter di kawasan perbukitan Bukit Puntak, Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman.

Proses evakuasi dimulai pada pukul 00.04 WIB dengan membawa jenazah korban dari lokasi kejadian menuju posko Tim SAR gabungan di Gereja Katolik Santo Yohanes, Dusun Gandis. Sebanyak delapan korban yang terdiri dari dua kru dan enam penumpang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Seluruh jenazah dievakuasi menggunakan kantong jenazah milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dengan cara dipikul secara manual. Proses ini harus melewati medan hutan lebat dan perbukitan terjal, sehingga membutuhkan waktu cukup lama.

Pada pukul 06.30 WIB, seluruh jenazah beserta barang korban, termasuk kotak hitam (black box), berhasil dibawa ke posko. Selanjutnya, jenazah dan black box dievakuasi menggunakan delapan unit ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak untuk penanganan lebih lanjut.

Proses evakuasi secara keseluruhan memakan waktu sekitar 6,5 jam, terkendala kondisi geografis yang ekstrem serta keterbatasan akses kendaraan di lokasi kejadian.

Hingga saat ini, penyebab kecelakaan helikopter tersebut masih menunggu hasil investigasi resmi melalui analisis data dari black box.

TNI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung operasi kemanusiaan, termasuk dalam pencarian, evakuasi, dan penanganan pascakejadian, serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak guna memastikan keselamatan masyarakat.