Rano Karno Soroti Pentingnya Seni bagi Kehidupan Perkotaan Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan pentingnya peran seni sebagai ruh pembangunan kota dalam pembukaan Dies Natalis ke-56 Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di Auditorium IKJ, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).
Subjudul: Seni memanusiakan ruang kota
Dalam sambutannya, Rano menyampaikan bahwa seni merupakan instrumen utama yang mampu memberikan jiwa pada ruang urban. Ia menilai kota tanpa seni hanya menjadi kumpulan bangunan fisik tanpa makna.
“Jakarta tanpa seni hanyalah kumpulan beton. Namun, Jakarta dengan seni adalah kota yang punya jiwa yang mampu mengingat, mengkritik, hingga menciptakan kembali dirinya,” ujarnya.
Subjudul: IKJ sebagai rahim kebudayaan
Rano menilai eksistensi IKJ selama lebih dari lima dekade telah menjadi wadah penting bagi perkembangan seni dan budaya di Indonesia. Menurutnya, karya para seniman bukan sekadar komoditas, melainkan cerminan peradaban kota.
Ia menyebut IKJ berperan sebagai “rahim kebudayaan” yang melahirkan berbagai gagasan kreatif dari para kreator bangsa.
Subjudul: Kreativitas harus berakar budaya
Lebih lanjut, Rano menekankan pentingnya keseimbangan antara kreativitas, riset, dan teknologi di era modern. Namun, ia mengingatkan agar para seniman tetap menjaga akar budaya lokal di tengah arus globalisasi.
“Menjadi global tidak boleh membuat kita asing terhadap akar sendiri,” katanya.
Subjudul: Dorong pembangunan kota inklusif
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap IKJ terus menjadi laboratorium kreatif yang berkontribusi dalam pembangunan kota yang inklusif dan berbudaya.
Rano berharap dari IKJ lahir gagasan besar yang mampu menjawab tantangan urban di masa depan, sekaligus menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih manusiawi dan terbuka terhadap dunia.
“Seni memiliki cara yang ajaib untuk merawat ingatan, sering kali lebih jujur daripada pidato pejabat,” ujarnya.
