Aksi Heroik Warga di Landak Tandu Pasien Saat Banjir Viral, Camat Ungkap Kronologi
1 min read

Aksi Heroik Warga di Landak Tandu Pasien Saat Banjir Viral, Camat Ungkap Kronologi

Sebuah video yang memperlihatkan warga menandu pasien menembus banjir di Kecamatan Meranti, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, viral di media sosial. Aksi tersebut menunjukkan perjuangan warga membawa seorang pasien demi mendapatkan penanganan medis di tengah kondisi infrastruktur yang terbatas.

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah warga bergotong royong menandu pasien melewati genangan air yang cukup dalam. “Warga Dusun Moro Behe bergotong royong menandu warga yang lagi sakit,” ujar seorang pria dalam rekaman tersebut.

Camat Meranti Elly Kornelia menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (3/5/2026) pagi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak subuh, khususnya di Desa Meranti.

Sekitar pukul 08.30 WIB, warga berinisiatif membawa seorang pasien bernama Ibu Petek menuju Puskesmas Meranti menggunakan tandu. Langkah tersebut diambil karena kondisi jalan yang licin dan tidak dapat dilalui kendaraan, termasuk ambulans.

Menurut Elly, proses evakuasi awalnya berjalan lancar. Namun, saat tiba di wilayah Dusun Meranti Hulu, warga menemukan akses jalan terendam banjir di dua titik, yakni di kawasan Air Nade dan Air Kelapo.

Pada titik pertama, genangan air mencapai panjang sekitar 40 meter dengan ketinggian antara 80 sentimeter hingga 1 meter. Warga tetap melanjutkan perjalanan meski kondisi cukup berat.

Sekitar 500 meter kemudian, mereka kembali dihadapkan pada banjir yang lebih dalam, dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter. Kondisi inilah yang terekam dalam video dan menjadi perhatian publik.

Meski menghadapi tantangan berat, warga tetap melanjutkan perjalanan demi memastikan pasien mendapatkan penanganan medis.

Elly memastikan banjir yang terjadi bersifat sementara dan kerap muncul saat curah hujan tinggi. Saat ini, kondisi air dilaporkan telah surut.

Peristiwa ini kembali menyoroti tantangan akses layanan kesehatan di daerah dengan kondisi geografis yang sulit, terutama saat musim hujan, sekaligus menunjukkan solidaritas warga dalam menghadapi situasi darurat.