Harga Minyak Brent Naik ke USD64, Optimisme Akhir Shutdown AS Dorong Pasar
Jakarta, 11 November 2025 – Harga minyak dunia mengalami kenaikan pada awal jam perdagangan Eropa, dipicu optimisme terkait penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan akan segera berakhir. Kabar ini diharapkan dapat mendukung permintaan dari konsumen bahan bakar terbesar di dunia.
Mengutip Yahoo Finance, harga minyak mentah Brent naik 0,8% menjadi USD64,15 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) juga naik dengan margin yang sama menjadi USD60,21 per barel.
🌏 Sentimen Positif dari Data Inflasi Tiongkok
Kenaikan harga minyak juga didorong oleh data inflasi positif dari Tiongkok, importir minyak terbesar di dunia. Data ini menunjukkan kondisi ekonomi yang stabil, sehingga memperkuat prospek permintaan minyak global.
🇺🇸 Optimisme Berakhirnya Penutupan Pemerintah AS
Laporan terbaru menyebutkan beberapa anggota Partai Demokrat telah mencapai kesepakatan untuk mendukung rancangan undang-undang pengeluaran Partai Republik, sehingga pemerintah AS dapat beroperasi kembali hingga 30 Januari 2026.
Analis pasar IG, Tony Sycamore, mengatakan:
“Pembukaan kembali yang akan segera terjadi merupakan dorongan yang baik, memulihkan gaji 800 ribu pegawai federal dan memulai kembali program-program penting yang akan meningkatkan kepercayaan konsumen, aktivitas, dan pengeluaran.”
✈️ Dampak terhadap WTI dan Pasar Energi
Optimisme ini diperkirakan akan mendorong rebound harga WTI menuju USD62 per barel, sekaligus meningkatkan sentimen risiko di seluruh pasar energi. Penutupan pemerintah sebelumnya sempat mengganggu sektor transportasi, terutama perjalanan udara di kota besar AS, sehingga menimbulkan kekhawatiran perlambatan konsumsi bahan bakar.
Investor berharap, berakhirnya kebuntuan politik akan membuka jalan bagi perjalanan udara yang lebih kuat selama liburan musim dingin, yang biasanya menjadi pendorong signifikan bagi permintaan minyak di AS.
🔑 Kesimpulan
Kenaikan harga minyak dunia pada perdagangan awal Eropa didorong kombinasi faktor global: optimisme berakhirnya penutupan pemerintah AS, pemulihan konsumsi bahan bakar, dan data inflasi positif Tiongkok. Brent diprediksi tetap kuat di atas USD64 per barel, sementara WTI berpotensi naik menuju USD62 per barel. sumber metrotvnews.com
