Jasa Raharja Libatkan Aparatur Desa Sukodadi dalam Penguatan Keselamatan Lalu Lintas
1 min read

Jasa Raharja Libatkan Aparatur Desa Sukodadi dalam Penguatan Keselamatan Lalu Lintas

Bojonegoro – Penguatan keselamatan lalu lintas membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, termasuk aparatur yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu fokus Jasa Raharja melalui Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban yang dilaksanakan di Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan.

Program ini melibatkan Kecamatan Sukodadi, Satlantas Polres Lamongan, RS Muhammadiyah Lamongan, serta aparatur desa dan kecamatan. Keterlibatan lintas sektor tersebut diarahkan untuk memperkuat upaya pencegahan kecelakaan sekaligus meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat di jalan raya.

Aparatur desa dan kecamatan memiliki posisi strategis dalam mendukung upaya tersebut karena berhubungan langsung dengan warga di wilayahnya. Melalui peran ini, penyampaian edukasi keselamatan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih dekat, mulai dari pentingnya mematuhi aturan lalu lintas hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kecelakaan.

Tidak hanya berfokus pada pencegahan, kegiatan ini juga memberikan pembekalan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) oleh RS Muhammadiyah Lamongan. Materi tersebut membekali peserta dengan pemahaman dasar mengenai tindakan awal yang dapat dilakukan ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan, khususnya pada korban kecelakaan lalu lintas, sembari menunggu penanganan tenaga medis.

Dari sisi ketertiban berlalu lintas, Satlantas Polres Lamongan turut mengambil bagian dalam mendukung edukasi dan penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya berkendara secara aman. Kolaborasi ini mempertemukan aspek pencegahan, penanganan awal, dan peran pelayanan publik dalam satu upaya terpadu untuk mendukung keselamatan transportasi.

Melalui pelaksanaan program di Kecamatan Sukodadi, Jasa Raharja mendorong terbentuknya kepedulian terhadap keselamatan lalu lintas yang berkelanjutan hingga tingkat desa. Dengan dukungan aparatur wilayah dan instansi terkait, edukasi keselamatan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama untuk menekan risiko kecelakaan dan meminimalkan dampaknya bagi masyarakat.