KEK Dioptimalkan untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia
Pemerintah terus mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi nasional melalui percepatan industrialisasi, peningkatan nilai tambah, serta penguatan struktur ekonomi di berbagai wilayah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa seluruh kementerian dan lembaga diharapkan berperan aktif dalam meningkatkan potensi investasi di KEK, termasuk melalui percepatan pembangunan infrastruktur dan penyederhanaan perizinan berusaha.
“Setiap kementerian/lembaga diharapkan berperan aktif dalam meningkatkan potensi investasi yang masuk ke KEK, melalui upaya percepatan pembangunan infrastruktur wilayah, serta penyederhanaan dan percepatan perizinan berusaha,” ujar Airlangga, Rabu (29/4/2026).
Kinerja Investasi dan Penyerapan Tenaga Kerja
Pemerintah mencatat realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp498,79 triliun atau tumbuh 7,22 persen secara tahunan (year on year). Sementara itu, penyerapan tenaga kerja mencapai 706.569 orang atau meningkat 18,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari total investasi tersebut, sektor hilirisasi menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 30 persen.
Pengembangan KEK Berbasis Kebutuhan Industri
Airlangga menekankan pentingnya pembangunan KEK yang selaras dengan kebutuhan industri masa depan, termasuk pengembangan pusat data (data center) di era kecerdasan artifisial (AI) dan komputasi kuantum.
Ia menyebut dua wilayah strategis yang berpotensi menjadi lokasi pengembangan data center, yakni Batam dan Bitung.
“Data center ini adalah salah satu peluang. Oleh karena itu, kami minta kepada BUPP untuk terus memonitor, dan juga perlu dilakukan penyesuaian atau fine tuning terhadap KEK yang sudah ada dengan fasilitasnya,” jelasnya.
Airlangga menambahkan, pemerintah akan memprioritaskan pengembangan KEK yang mampu beroperasi penuh dalam tiga hingga empat tahun ke depan agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi.
Sinergi Tenaga Kerja dan Industri
Dalam upaya memperkuat ekosistem KEK, pemerintah juga mendorong sinergi antara pengelola KEK (BUPP) dengan Kementerian Ketenagakerjaan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja.
Melalui kerja sama tersebut, kebutuhan tenaga kerja di masing-masing KEK dapat diidentifikasi secara tepat dan ditindaklanjuti dengan pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Saya berharap .Rapat Kerja Nasional KEK ini dapat menuntaskan berbagai kendala yang dihadapi, sehingga pelaksanaan program dan kegiatan usaha di KEK dapat berjalan lebih optimal,” kata Airlangga.
