Sumbangan Pemulihan Desa Adat Sade Terkumpul Rp4,7 Miliar
2 mins read

Sumbangan Pemulihan Desa Adat Sade Terkumpul Rp4,7 Miliar

Sumbangan untuk pemulihan dan pembangunan kembali rumah adat Sade di Desa Rambitan, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pascakebakaran mencapai Rp4,7 miliar berdasarkan data sementara.

Tokoh Desa Adat Sade Amaq Aris mengatakan angka tersebut merupakan kompilasi berdasarkan keterangan narasumber atau pemberi donasi dan belum merupakan laporan keuangan yang telah diaudit.

“Nilai tersebut merupakan kompilasi berdasarkan keterangan narasumber atau pemberi donasi, bukan laporan keuangan yang telah diaudit,” kata Amaq Aris dalam keterangan tertulisnya di Lombok Tengah, Selasa.

Salah satu bantuan terbesar berasal dari investor Sapo Development Indonesia sebesar Rp2 miliar. Dana tersebut dibagi masing-masing Rp1 miliar ke rekening Dusun Sade dan rekening satgas melalui Bank NTB Syariah.

Selain itu, Raffi Ahmad memberikan Rp1 miliar yang telah digunakan untuk membeli tiang pertama rumah warga. PT Otsuka menyalurkan Rp500 juta melalui Satgas Pemulihan dan Penataan Desa Adat Sade.

Bantuan lainnya berasal dari Chili House sebesar Rp182 juta untuk pembangunan berugak Bale Sangkep, Kementerian Pariwisata Rp800 juta yang telah diterima secara simbolis, serta Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati sebesar Rp200 juta.

Ada Bantuan yang Belum Terealisasi

Bantuan juga datang dari Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri sebesar Rp60 juta dan Bank BTN Rp75 juta. Sebanyak 75 kepala keluarga juga telah dibuatkan rekening dengan saldo masing-masing Rp1 juta.

Sementara itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) berkomitmen memberikan Rp1 miliar. Namun, baru Rp153 juta yang telah terealisasi untuk pembangunan gapura.

Amaq Aris menegaskan bantuan yang belum terealisasi atau belum diketahui nilainya tidak dapat dimasukkan sebagai dana yang telah diterima.

“Bantuan dalam bentuk barang juga perlu dicatat secara terpisah agar tidak terjadi penghitungan ganda,” ujarnya.

Sapo Development Dukung Pemulihan Sade

Owner SAPO Development Alvaro Paribanez mengatakan pihaknya ingin menjadi salah satu pilar utama dalam menghidupkan kembali ikon budaya di Lombok tersebut.

Bantuan Rp2 miliar dari pihaknya ditujukan untuk mendukung pemulihan Sade, terutama melalui pengadaan material, pembayaran tenaga kerja, serta rencana penyediaan listrik dan air bersih.

“Pemanfaatan bantuan ini diharapkan dapat mendukung proses pembangunan sekaligus membantu warga kembali menjalani aktivitas sehari-hari,” kata Alvaro.

Kepala Desa Rambitan Lalu Minaksa mengatakan sebanyak 49 unit rumah telah mulai dibangun, sementara sekitar 10 bangunan lainnya belum memulai pembangunan.

“Dua berugak sekenem telah selesai dikerjakan, sedangkan pembangunan Masjid dan museum masih berlangsung,” ujarnya.